Diknas Klaim Pontianak Terdepan Terapkan K13

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 50

Diknas Klaim Pontianak Terdepan Terapkan K13
KURIKULUM 13 - Buku mata pelajaran kurikulum 13 atau K-13 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan Kota Pontianak mengklaim Pontianak terdepan menerapkan K-13. (Antara Foto)
PONTIANAK, SP - Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Paryono menerangkan, daerah ini merupakan kota terdepan dalam penerapan kurikulum 13. 

Sebagai kota dengan bidang telekomunikasi yang lancar dan mudah mendapatkan akses teknologi, penerapan K13 sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

"Pontianak termasuk salah satu daerah terdepan yang punya potensi komunikasi yang lancar dan teknologi yang mudah didapat. Maka kita tetap menerapkan teknologi pembelajaran yang sudah mengacu ke teknologi modern," ucapnya, kemarin. 

Paryono menerangkan, strategi yang diterapkan untuk menghadapi masalah kondisi sarana yang mungkin tidak merata peralatannya, dibentuk sekolah-sekolah model. Sekolah model adalah sekolah yang dengan keterbatasannya bisa berupaya mandiri dengan sumber daya yang ada. Untuk meningkatkan mutu atau kualitas satuan pendidikan. Tidak hanya di bidang akademik, tapi juga ekstrakulikuler.

"Potensi siswa baik di bidang intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Kita sudah menjadikan sekolah kita jadi sekolah yang mengimplementasikan kurikulum nasional terdiri," yakin Paryono.

Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Sebagaimana amanat Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan wajib membentuk watak dan karakter anak. Watak dan karakter ini lantas diisi dengan konten yang mengangkat akhlak mulia. 

Dengan demikian, karakter posisi akan terbentuk. Landasannya, berasal dari nilai-nilai dalam agama.

Dia tak memungkiri, terkadang ada karakter negatif yang didapat anak dari luar sekolah. Maka penguatan watak dan karakter positif terus dilakukan. Karakter negatif itu bisa hadir dari kuatnya arus globalisasi atau bahkan kecanggihan teknologi. Tak jarang, tayangan di televisi juga banyak yang fulgar, tak cocok untuk anak-anak.

"Itu yang kita hindari. Kita karakter anak positif. Alhamdulillah sebenarnya, karena pencanangan pendidikan karakter ini sudah sejak 2012 oleh wali kota, waktu itu ada sekolah project. Dengan adanya K13 jadi makin terbentuk muatan positif ini," pungkasnya. (bls/and)