Deklarasi Kabupaten Konservasi

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 304

Deklarasi Kabupaten Konservasi
Anton P Wijaya Direktur Eksekutif Walhi Kalbar
Harusnya kita bersyukur karena Kabupaten Kapuas Hulu memiliki area hutan yang luas, kekayaan dan keanekaragaman hayatinya begitu tinggi. Sehingga beberapa wilayahnya ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai taman nasional, dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sendiri mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Konservasi.  

Seharusnya, ketika mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Konservasi, Pemkab Kapuas Hulu sudah tahu konsekuensinya. Dan harusnya konsisten membangun kabupaten tersebut berbasis konservasi.  

Namun yang terjadinya selama ini adalah rencana pembangunan baik jangka pendek, menengah dan panjang kabupaten tersebut, tidak pernah disandarkan dan mengoptimalkan potensi konservasi tersebut.  

Justru orientasinya, tidak berbeda dengan kabupaten lain yang mengandalkan investasi-investasi skala besar untuk konversi dan eksploitasi sumber daya alam. Sehingga, program-program konservasi dan konversi lahan untuk investasi, berjalan sendiri-sendiri. Pada akhirnya, Kabupaten Konservasi sekadar nama dan kemudian seolah menjadi beban pembangunan di wilayah tersebut.  

Deklarasi sebagai Kabupaten Konservasi itu menyebabkan Kabupaten Kapuas Hulu menjadi perhatian dunia. Banyaknya dukungan pendanaan di bidang konservasi tersebut, adalah konsekuensi keberadaan Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi.  

Masalahnya, potensi ini tidak pernah di optimalkan Pemkab, sehingga kesannya berjalan sendiri-sendiri, bahkan menjadi kontraproduktif dengan niatan-niatan untuk memasukan investasi seluas-luasnya ke kabupaten ini.  

Momentumnya, menjadi penting bagi Pemkab Kapuas Hulu dan Pemprov Kalbar untuk melakukan refleksi, melakukan koreksi terkait pilihan kebijakan pembangunan di Kapuas Hulu.  

Jika pilihannya adalah merevitalisasi Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi, maka melakukan konsolidasi atas kerja-kerja konservasi di wilayah tersebut harus dioptimalkan, sembari meningkatkan kapasitas untuk memposisikan keunikan, kelebihan atas kekayaan alam dan jasa lingkungan sehingga layak dijual dan menjadi PAD yang memadai.  

Atau sebaliknya, jika pilihannya adalah untuk menjadikan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai ladang investasi, siap-siap juga dengan berbagai ancaman kerusakan lingkungan hidup dan bencana ekologis yang akan merugikan kehidupan masyarakat di wilayah itu.  

Jika ditanya dengan potensi yang ada, dan berbagai inisiatif yang sudah dilakukan, pilihan merevitalisasi diri sebagai Kabupaten Konservasi adalah prioritas. Dalam hal ini, tidak ada salahnya sama sekali Pemkab mengkritisi dan menata ulang semua aktivitas konservasi di sana, agar sesuai dengan tujuan Pemkab.  

Kita mendukung sepenuhnya, jika  berdasarkan analisis, kegiatan konservasi yang sejak lama dilakukan di sana dihentikan, jika tidak memberi manfaat nyata kepada masyarakat atau pun lingkungan di Kabupaten Kapuas Hulu. (umr/lis)