Polisi Ringkus Pelaku Pencabulan Anak Tiri

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 504

Polisi Ringkus Pelaku Pencabulan Anak Tiri
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini menimpa korban sebut saja 'Melati', berusia 14 tahun. Parahnya tindakan tak bermoral ini dilakukan oleh ayah tiri Melati. Kejadian itu terjadi di kawasan Kecamatan Pontianak Timur.

Kasat Rerskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli menyebutkan, penangkapan tersangka berawal dari laporan kepolisian yang dilakukan oleh ibu korban, Sabtu (28/10). Aksi pencabulan ini terjadi pada bulan Juni 2017, di rumah korban.

Ketika dicabuli, korban tengah tertidur. Tersangka mengangkat baju korban dan berbuat tak senonoh. 

Korban pun terperanjat bangun, dan langsung mempertanyakan perbuatan keji itu ke ayah tirinya tersebut. Tersangka kemudian berkilah dan terus membujuk korban untuk memenuhi birahinya.

Karena terpojok dan merasa takut, serta dipaksa, korban akhirnya menuruti 'hasrat kotor' tersangka. 

"Setelah di kamar, tangan korban dipegang dan ditarik paksa ke arah dapur. Kemudian tersangka memaksa agar korban melepas pakaiannya. Di lokasi inilah tersangka melampiaskan nafsu bejatnya," ujarnya, Minggu (29/10).

Setelah puas, tersangka meminta korban untuk memakai pakaiannya kembali dan duduk di teras rumah.

Dari hasil laporan ibu korban, polisi telah mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa satu lembar asli akta kelahiran atas nama korban yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak.

"Kami telah membuat laporan polisi, memeriksa saksi-saksi, menyita barang bukti, mengamankan pelaku dan melakukan visum et repertum," ujarnya.

Langkah lebih lanjut, Husni menyampaikan pihaknya akan memeriksa saksi-saksi yang mendukung, melengkapi alat bukti dan melaksanakan gelar perkara.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 dan Pasal 82, Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (aan/and)

Komentar