Pontianak Dinobatkan Kota Layak Pemuda

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 194

Pontianak Dinobatkan Kota Layak Pemuda
PENGHARGAAN - Kabid Kepemudaan, Disporapar Kota Pontianak, Nawari menunjukkan penghargaan Kota Layak Pemuda dari Kemenpora RI, Senin (30/10). Pontianak mendapatkan di tingkat utama. (SP/Balasa)

Penghargaan Kemenpora RI


Kota Pontianak, kembali meraih prestasi. Kali ini penghargaan diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menobatkan Kota Khatulistiwa sebagai Kota Layak Pemuda.

SP - Plakatnya diberikan Menpora, Imam Nahrawi dalam peringatan Sumpah Pemuda di Padang, Sumatera Utara, Sabtu (28/10) lalu. Kepala Bidang Kepemudaan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Nawari menerangkan, ini kali pertama Pontianak dapat penghargaan tersebut. 

"Sebenarnya ada tiga kategori, Madya, Pratama dan Utama. Dan kebetulan kita dapat yang Utama, kita tidak melewati Madya dan Pratama, langsung Utama. Ini sebenarnya untuk warga Pontianak, para pemuda, melalui Disporapar," katanya, Senin (30/10).

Setidaknya, ada 11 indikator untuk menentukan sebuah Kota Layak Pemuda atau tidak. Beberapa di antaranya soal regulasi. Menyangkut peraturan daerah, hingga peraturan wali kota soal kepengurusan kepemudaan. 

Ada pula indikator dari program kegiatan. Termasuk kepemimpinan pemuda, wujud dari komunitas kepemudaan, pelatihan kepemudaan, kewirausahaan dan banyak lainnya.

"Setiap kegiatan di pemerintahan, harus bersinergi dengan komunitas pemuda, dan pengusaha. Ke depan memang kita akan maksimal itu, untuk mendekati dunia usaha. Baru sedikit yang berpartisipasi," jelas Nawari. 

Nawari bercerita, dia terlibat dalam assesment yang dilakukan tim penilai untuk menentukan Kota Layak Pemuda itu. Tim penilai saat itu juga turun ke lapangan melihat komunitas kepemudaan yang ada di Pontianak. 

Terlebih tahun ini, pemuda Pontianak meraih juara tiga Pemuda Pelopor Nasional di bidang pangan. 

"Memang setiap kami melakukan pembinaan kepemudaan, baik di bawah Kemenpora, OKP juga kita dekati. Satu tahun ini kita memang fokus untuk kepeloporan dan alhamdulillah satu tahun kita genjot kepeloporan, ada hasil," jelasnya. 

Kegiatan kepemudaan katanya, juga bersinggungan dengan kewirausahaan. Untuk yang satu itu, pihaknya bekerja sama dengan bidang ekonomi kreatif. Hal ini didorong dengan adanya kegiatan pemuda pelopor. Di mana tiap tahun, ada seleksi dan juara tahun sebelumnya, memberikan pendampingan. 

"Kita tiap tahun ada seleksi kepeloporan, harus seniornya melatih, sehingga kontinuitas itu tidak putus," ucapnya. 

Gerakan kerelawanan pemuda di Pontianak memang ramai beberapa tahun terakhir. Setidaknya ada 30 komunitas berbasis pemuda di tanah Khatulistiwa. 

"Sekarang anak muda di bawah kepemudaan, sudah mengarah ke rumah aktif, ekonomi kreatif, dan mengembangkan ke ekraf, kita hanya mencari bibit. Semua kawan bangga dengan penghargaan ini," pungkasnya. (kristiawan balasa/and)