Angka Kematian Bayi dan Ibu di Kalbar Masih Tinggi

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 771

Angka Kematian Bayi dan Ibu di Kalbar Masih Tinggi
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Barat, Andy Jap mengakui, Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kalbar masih terbilang tinggi.

"Masih tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi, memang benar," katanya merespon pertanyaan salah satu anggota Komisi IX DPR RI, saat berkunjung ke Kalbar, di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, belum lama ini.

Namun, ujar dia, apabila dibandingkan dengan data lima tahun sebelumnya, dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), tingkat AKB dan AKI menunjukkan penurunan.

"Angka kematian ibu, kita pada lima tahun sebelumnya itu sekitar 340 per 100 ribu kelahiran hidup. Nah sementara lima tahun kemudian, SDKI 2012, itu angka kematian ibu kita itu sudah sekitar 240. Tapi memang, angka ini masih tinggi," imbuhnya.

Dia lanjutkan, demikian juga dengan AKB. Angka kematian mengalami penurunan.

"Kita sekarang itu pada posisi SDKI terakhir itu 31 per seribu kelahiran hidup. Lima tahun sebelumnya, itu sekitar 40-an per seribu kelahiran hidup," katanya.

Andy menjelaskan, upaya Pemprov Kalbar melalui Dinkes menekan AKB dan AKI, di antaranya dengan adanya bidan desa. Menurutnya, keberadaan bidan desa sangat membantu.

Bidan-bidan ini, katanya, ditempatkan di seluruh desa untuk membantu unit-unit kesehatan pemerintah.

Menyangkut bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang ada di Kalbar, Andy mengatakan, semuanya telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kita di Kalbar sudah semua. Ada sekitar 400-an termasuk yang di Landak, itu sudah terima SK semua. Jadi untuk di Kalbar, tidak ada permasalahan terkait yang PTT," terangnya. (umr/and)