Langganan SP 2

Penderita Scabies Diminta Berobat ke Puskesmas

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 110

Penderita Scabies Diminta Berobat ke Puskesmas
SCABIES - Warga Gang Aden 1, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, saat menunjukkan luka koreng akibat scabies, kemarin. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji meminta warga yang terkena wabah ini segera berobat ke Puskesmas terdekat. Dok SP
PONTIANAK, SP - Menyikapi kasus wabah scabies yang menyerang warga di Gang Aden, Kelurahan Benua Melayu Laut (BML), Kecamatan Pontianak Selatan, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji berujar semestinya sejak awal warga berobat ke Puskesmas. Letak Puskesmas tak begitu jauh dari lokasi mereka tinggal.

"Dia harusnya ke Puskesmas, Puskesmas dekat. Kita berpikir kan masyarakat bisa ke Puskesmas, Puskesmas kan tidak bayar. Tidak perlu semua pemerintah yang datang ke bersangkutan. Mereka bisa datang ke Puskesmas, kecuali Puskesmas jauh," katanya, Selasa (31/10).

Midji menyebutkan, Pemkot Pontianak sudah memberikan layanan kesehatan gratis yang seharusnya bisa dimanfaatkan warga. Memang ada beberapa jenis penyakit tertentu yang dapat "keistimewaan", dikunjungi petugas medis secara periodik. 

Misalnya penyakit tuberculosis (TBC) akut seperti yang diidap Niarti di Kecamatan Pontianak Barat. Namun demikian, untuk kasus wabah kali ini, Dinas Kesehatan sudah memastikan seluruh pengobatan kepada warga diberikan secara cuma-cuma. 

Perkara wabah scabies di Gang Aden, Sutarmidji mengklaim kasus itu berawal dari salah seorang anak di sana yang pulang mondok. Penyakit itu dibawa dia dan lantas menulari warga.

"Mungkin air dia mandi di pondok tidak steril. Ini kan akibat dari tungau dan kalau bersalaman, bersentuhan dia bisa jangkit. Hanya dua RT saja yang kena, lainnya tidak," pungkasnya.

Apa yang diungkapkan wali kota, agaknya mirip dengan kesaksian Muhammad Yogi Pahlevi (23), salah satu warga yang terserang scabies. Sejak dua bulan terakhir badannya gatal-gatal. 

Berawal dari bentol berisi air, gatal itu akhirnya pecah dan meninggalkan koreng. Bukan cuma di kaki, luka akibat scabies, penyakit kulit menular juga sampai ke paha, dekat selangkangan.

"Adik saya yang dari pesantren (di Ambawang, Kubu Raya) sudah terkena dulu. Jadi dia pulang kena yang kecil dulu, terus baru yang ke besar-besar," ceritanya, 
kemarin. 

Yogi menjelaskan, adiknya itu pulang dari pesantren sekitar enam bulan lalu. Adiknya kini sudah sembuh, tapi malah dia sekeluarga dalam satu rumah, yang jumlahnya belasan, ikut jadi korban. 

Secara pribadi, Yogi sudah pernah berobat ke RSUD Soedarso, setidaknya Rp800 ribu uangnya habis untuk beli obat. Tapi hanya sebagian koreng yang kering.

"Awalnya dia kayak gatal nanti dia membentol, kayak ada air di dalamnya, kita kutis dia jadi koreng benanah. Mentak dia pedas sakit," tutupnya. (bls/and)