Langganan SP 2

Pj Sekda Pontianak Purna Tugas (Bagian 1)

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 132

Pj Sekda Pontianak Purna Tugas (Bagian 1)
HARU - Suasana haru saat melepas kepulangan Pj Sekda Pontianak, Zumyati (kerudung merah muda) yang masuk purna tugas di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (31/10) petang. Tak sedikit ASN yang menangis dalam momen ini. (SP/Balasa)

PNS Tangis Haru Melepas Zumyati 


Suasana haru mengiringi apel pelepasan Pj Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Zumyati yang memasuki purna tugas per November 2017. Awalnya, saat pengucapan kesan dan sambutan wali kota, semuanya masih biasa saja. Namun ketika doa perpisahan dipanjatkan, isak tangis pegawai di halaman belakang Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (31/10) pecah.

SP - Sore itu, perpisahan ini menjadi momen yang bakal tak terlupakan. Semua dimulai ketika kenang-kenangan diberikan untuk Zumyati, yang juga Kepala Inspektorat Pontianak. Diiringi lagu "Sampai Jumpa" dari band Jogja, Endank Soekamti, rintik air mata banyak pegawai turun di pipi.

Zumyati yang ditemani suaminya pun tak mampu membendung tangis. Apalagi ketika satu per satu, rekan kerja menjabat tangan dan memeluk erat. Semua berharap perpisahan itu hanya mengakhiri pertemuan di organisasi, bukan silaturahmi. Sebagaimana doa yang dipanjat.

Sebagai penghormatan, Wali Kota Pontianak Sutarmidji dan Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengantar langsung Zumyati pulang ke rumahnya di Jalan Budi Karya. Dari pelataran upacara, sampai ke mobil, semua ASN yang hadir membuat barisan. 

Membuka jalan yang akan dilewati keluarga mereka tersebut, sambil mengambil sikap hormat. Lirik lagu yang dalam dan memoar yang dibacakan salah seorang pegawai, bikin langkah kepulangan terlihat berat.

Sampai di depan mobil, pegawai di baris yang telah dilewati Zumyati, merangsek mendekat. Seperti enggan melepas, mereka kembali menjabat dan memberi pelukan. Tangis sore itu bukan di langit, tapi hati yang ditinggalkan.

Zumyati mengakhiri masa bakti setelah 36 tahun enam bulan mengabdi. Seperempat abad dia habiskan di kecamatan. Bolak-balik di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Timur. Di sana dia mengawali karir PNS. Mulai dari staf, sampai jadi puncak pimpinan.

Setelah itu, Zumyati naik ke bagian pemerintah. Karirnya makin moncer di posisi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Sempat menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah, dan Asisten II Bidang Pemerintahan dan Kesra, dia akhirnya menduduki posisi Kepala Inspektorat Pontianak dan dalam setahun empat bulan terakhir, menjabat Pj Sekda Pontianak, menggantikan M Akip yang juga purna tugas.

Selama bekerja di Pemkot Pontianak, Zumyati merasa tak ada beban. Kerjanya tenang apalagi di bawah pemerintahan Wali Kota Sutarmidji. Pimpinannya sepuluh tahun terakhir ini dinilai peduli dan gemar memberi arahan.

Ditanya soal langkahnya usai purna tugas, apakah akan masuk kancah politik, dia berujar masih ingin menikmati masa pensiun bersama sang suami. Selama ini, keluarganya selalu mendukung, hingga segala tugas terlaksana langsung.

"Rasanya masih ndak ada masalah saya dengan tugas. Hari ini pun saya masih bekerja. Karena dukungan suami anak-anak, yang sangat luar biasa pengertiannya terhadap saya. Saya pulang sampai sore atau malam ndak ada keluhan dari mereka. Itu salah satu yang mendorong saya bisa sampai selesai melaksanakan tugas ini," ceritanya.

Kepada pengganti posisinya sebagai Sekda nanti, Zumyati berpesan untuk selalu berkoordinasi dan pembinaan kepada para pegawai. Sekda adalah tempat pegawai menyampaikan masalah. Rumahnya curhat, baik pekerjaan maupun masalah rumah tangga, sampai ekonomi.

"Jadi tolong dapat diakomodir dengan bijak," pungkasnya. (kristiawan balasa/and)