Kepala Desa Kakap Besar Ditangkap Tim Saber Pungli

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 365

Kepala Desa Kakap Besar Ditangkap Tim Saber Pungli
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Seorang Kepala Desa Kakap Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, berinisial Nu ditangkap oleh tim saber pungli Polresta Pontianak, di Kantor Desa setempat, Jumat (3/10). 

Saat ini Nu sedang menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Polresta Pontianak. Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti kasus apa yang menjerat sang kepala desa tersebut. 

Namun, informasi yang dihimpun di lapangan, Nu terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli. Kepala Satuan Tugas Saber Pungli Polresta Pontianak yang juga menjabat sebagai Wakapolresta, AKBP Sugio Haryadi saat dikonfirmasi juga belum dapat membeberkan secara rinci soal kasusyang menjerat kepala desa tersebut. Namun, dia membenarkan perihal penangkapan itu. 

"Iya, kita mengamankan seseorang (kepala desa). Tapi prosesnya masih penyelidikan. Masih kita lakukan pemeriksaan untuk melihat, apakah (perkaranya) bisa ditindaklanjuti atau tidak. Jadi, saat ini masih kita lakukan proses penyelidikan," ungkapnya. 

Saat dipertegas soal jenis perkaranya, apakah terkait dugaan pungutan liar? Sugio juga tak dapat mengungkapkannya secara gamblang. Hanya saja, dia mengisyaratkan ada suatu dugaan perbuatan yang dilakukan oleh sang kepala desa tersebut yang tak sesuai aturan.

Menurutnya, penangkapan tersebut dilakukan anggotanya bermula dari laporan warga ke pihaknya. Dari laporan itu, anggotanya bergerak menyelidiki.  

"Ya, informasi itu terkait dengan hal-hal yang tidak sesuai aturan. Tadi penangkapannya dilakukan di kantor desa setempat. Untuk detilnya, tolong sabar dulu,” ujarnya. 

Polisi masih terus bekerja mengumpulkan bahan keterangan, bukti-bukti pendukung. Bila sudah lengkap dan bisa ditindaklanjuti, akan disampaikan.  

Junaidi selaku suami dari Kepala Desa Kakap Besar, saat diwawancarai menyakini istrinya tersebut tidak bersalah. Dia akan memperjuangkan keadilan dan kebenaran yang dia yakini. 

Sepengetahuannya, OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli kepada istrinya itu berawal dari pembuatan surat jual beli tanah. "Jadi, saya dapat cerita, awalnya itu dari pembuatan surat jual beli tanah. Dan istri saya ini selaku kepala desa membuatkan si pembeli tanah ini surat tanah," katanya.

Setelah itu, istrinya menyuruh staf untuk mengukur tanah yang akan dibeli oleh si pembeli tanah. Jadi, si pembeli tanah ini, memberikan ucapan terimakasih melalui Ateng dan Jai yang mantan RT di tempat tanah yang akan dijual tersebut. Lalu, lewat Jai uang terimakasih itu diserahkan ke staf desa.

Saat proses pengukuran tanah selesai, kemudiam Nu selaku Kades menandatangai surat jual beli tanah tersebut. Usai ditandatangani, lantas staf desa menyampaikan amanah dari si pembeli soal uang terimakasih tersebut.

"Belum sempat diapa-apakan uang itu, sudah langsung kenak tangkap. Itu (penangkapannya) di kantor desa. Memang anggota langsung ke ruang kerja. Tak tahu dari mana. Uang itu Rp1,5 juta," tutupnya.

Nu merupakan kepala desa yang terpilih dalam Pilkades serentak 2015. Ia dilantik pada Januari 2016, bersama 41 kades lainnya. Pasca dilantik, ia berusaha membenahi terutama bangunan kantor desa yang kondisinya memprihatinkan. Disampaing itu, ia juga telah membentuk BUMDes pertama di Kubu Raya. (abd/lis)