Warga Amerika Tewas Usai Minum Bir di Golden Tulip

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 478

Warga Amerika Tewas Usai Minum Bir di Golden Tulip
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Seorang pria warga negara Amerika Serikat, bernama Philip Gavin Seyden (39) yang menginap di Hotel Golden Tulip, lantai tujuh kamar nomor 729, meninggal dunia usai mengalami kejang-kejang setelah minum bir dan mengonsumsi obat, bersama teman wanitanya, Bella Vista Ahmad (21).

Menurut penuturan Bella, Philip tewas setelah sejumlah upaya medis dilakukan di Rumah Sakit Promedika, Jumat (3/11) sekitar pukul 07.30 WIB. 

Sebelum tewas, Bella mengaku ditelepon Philip untuk bertemu di Hotel Golden Tulip. Setelah itu, mereka bertemu di lobi hotel, kemudian dilanjutkan bersantai sambil minum bir hingga sekitar pukul 02.00 WIB, selanjutnya dia dan korban naik ke kamar.

"Saya melihat dia gelisah tidak bisa tidur, lalu dia (korban) minum obat vitamin, tidak lama kemudian  dia kejang dan sesak nafas. Lalu saya menyiramkan air keran/leding ke bagian mukanya dan dia pingsan," ujarnya.

Setelah kejadian itu, Bella langsung menghubungi pihak hotel. Menanyakan alat emergency seperti tabung sesak nafas. Tetapi pihak hotel tidak menyediakan, kemudian dia dan pihak hotel langsung menghubungi rumah sakit Promedika. 

Korban langsung dibawa kerumah sakit menggunakan mobil rental bersama dua orang petugas keamanan hotel.

Sementara itu, pihak Golden Tulip menyebutkan bahwa pada hari Jumat (3/11) pagi, pihaknya mendapat informasi dari kamar 729, atas nama Philip Gavin Seyden, melalui Bella untuk dibantu menghubungi pihak rumah sakit terdekat agar dipanggilkan ambulans. 

Pihak hotel mendapat informasi jika korban sudah dalam keadaan pingsan. Selanjutnya para petugas keamanan membawa korban ke Rumah Sakit Promedika.

Dari data pihak Hotel Golden Tulip, diketahui jika korban sudah sering menginap di hotel, sejak bulan September hingga November diketahui sudah sebanyak delapan kali keluar masuk menginap.

Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Siswandi mengatakan, korban kemungkinan meninggal dikarenakan mengonsumsi obat. Polisi tidak menemukan bekas tanda kekerasan di tubuh Philip.

"Tidak ada tanda-tanda tindak kekerasan, karena dia  habis minum obat, dia ada bekal obat itu ada empat macam yang belum kita identifikasi obatnya apa saja," ujarnya.

Siswandi juga mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dan sudah melakukan visum et repertum terhadap jasad korban.

"Penanganannya kita masih proses penyelidikan, tadi baru kita visum. Hasilnya belum diketahui yang jelas tidak ada tanda-tanda kekerasan. Meninggalnya juga bukan di Hotel Golden Tulip, tapi itu di Rumah Sakit Promedika pukul 07.30 WIB," tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Amerika untuk menghubungi pihak keluarga korban di Amerika.

"Kita lagi menunggu juga, nanti apakah mau diautopsi atau tidak, jadi harus menunggu persetujuan dari pihak keluarga," paparnya. (aan/and)

Komentar