Ini Penyebab Harga Jeruk Sambas Anjlok

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 188

Ini Penyebab Harga Jeruk Sambas Anjlok
Foto Jeruk Sambas. Dok. SP
PONTIANAK, SP - Harga jual jeruk siam di tingkat petani di Kabupaten Sambas, mengalami penurunan sejak beberapa pekan lalu. Untuk kualitas AB, hanya dihargai Rp3.500 per kilogramnya oleh pengepul.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Kadistan-TPH) Kalbar Heronimus Hero mengutarakan penyebabnya.

Menuruntnya, kondisi itu tidak terlepas dari fluktuatifnya harga komoditi di pasaran.

"Jadi, preferensi masyarakat itu sangat menyesuaikan dengan kondisi," ujarnya kepada Suara Pemred, kemarin.

Namun, kata dia, anjloknya harga jeruk itu hanya terjadi di tingkat petani. Akan tetapi di tingkat pasar di Kota Pontianak, harga jeruk kualitas AB masih di atas rata-rata.

"Di Pontianak ini kualitas AB masih Rp12 ribu, berarti margin di distribusi," terangnya.

Pada 2012 lalu, Distan-TPH Kalbar pernah menghitung Break Event Point (BEP) atau balik modal harga jeruk di tingkat petani sebesar Rp1.800. Artinya, kata dia, harga jual Rp3.500 sebenarnya masih mendapatkan untung.

"Jadi, kalau masih di atas Rp1.800, sebenarnya dia masih untung. Sebenarnya," ucapnya.

"Nah sekarang, tinggal statement masyarakat sekarang karena biasa mendapat harga tinggi tiba-tiba turun, langsung saja bilang merugi. Itu memang harus dihitung benar-benar," katanya.

Dia menilai, turunnya harga jeruk ini hanya bersifat sementara saja. Selain preferensi masyarakat, saat ini pun aneka buah sedang dalam kondisi musimnya.

"Sifatnya temporary saja, sementara. Ya kita berharap, (kondisi ini) tidak terlalu lama," pungkasnya. (umr)