Penangan Perkara Pemilu 2019, Panwaslu Punya Tugas Baru

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 163

Penangan Perkara Pemilu 2019, Panwaslu Punya Tugas Baru
RAKOR – Rakor Bawaslu dan Panwaslu se-Kalbar, menyangkut pembinaan penangan dan penindakan pelanggaran Pilkada 2018. (SP/Umar Faruq)
PONTIANAK, SP - Sebanyak 42 anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten/kota se-Kalbar, mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pembinaan penangan dan penindakan pelanggaran Pemilukada 2018 di Grand Mahkota Hotel, Pontianak, kemarin.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalbar, Ruhermansyah mengatakan, rakor ini dimaksudkan untuk menyatukan pemahaman terkait tugas dan fungsi kepengawasan.

"Kami maksudkan dalam kerangka satu kesepahaman, satu gerak langkah. Jadi, pengetahuannya sama, kapasitasnya sama," ujar Ruhermansyah kepada Suara Pemred.

Dia menuturkan, untuk Pilkada serentak tahun depan, pedoman kerja Bawaslu/Panwaslu masih berdasarkan undang-undang yang lama.

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016, perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015, yang perubahan pertamanya itu dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015," sebutnya.

Pada UU No 10/2016 ini, terang dia, ada tambahan dari UU sebelumnya, yakni penyelesaian pelanggaran administrasi yang bersifat terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) atas perbuatan politik uang.

"Untuk tata cara penanganan pelanggaran, masih tetap sama, baik pelanggaran administrasi pidana Pemilu," katanya.

Namun, untuk Pemilu 2019, ungkapnya, ada yang baru dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pengawas. Sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Kami dalam penanganan pelanggaran yang bersifat administrasi Pemilu itu tidak lagi dengan berupa rekomendasi. Tapi dengan mekanisme sidang ajudikasi (penyelesaian perkara atau sengketa)," terangnya.

"Dengan mekanisme sidang, produknya bukan lagi rekomendasi, tapi langsung putusan. Kalau Pilkada nanti ini, ya sifatnya masih rekomendasi," jelasnya.

Rakor Bawaslu dan Panwaslu se-kabupaten/kota ini, diselenggarakan selama tiga hari, 12-14 November 2017. (umr)