12 Puskesmas di Pontianak Belum Terakreditasi

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 108

12 Puskesmas di Pontianak Belum Terakreditasi
Ilustrasi pelayanan kesehatan. (Antara foto)
PONTIANAK, SP - Dari total 23 unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Pontianak, baru 11 di antaranya yang terakreditasi madya, oleh badan independen  yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan, Komite Akreditasi Kesehatan Tingkat Pertama.

Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, dalam waktu dekat akan menyusul satu lagi Puskesmas yang diakreditasi. Puskesmas itu adalah Puskesmas Pal III.

Pekan ini sendiri, akreditasi tengah dilakukan di Puskesmas Jalan Apel. Sidiq meyakinkan pihaknya terus berupaya mengakreditasi seluruh  Puskesmas yang ada di kota ini.

"Target 2018 sebanyak 23 Puskesmas yang ada di Kota Pontianak terakreditasi semua," katanya ketika akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Jalan Apel dilakukan, Selasa (14/11).

Bila dirinci, di Kecamatan Pontianak Barat dari empat Puskesmas sudah semua terakreditasi. Di Pontianak Kota  baru dua dari empat Puskesmas yang terakreditasi.

Di Pontianak Tenggara  dan Selatan, masing-masing satu Puskesmas. Sama halnya dengan kecamatan Pontianak Timur dan Utara yang sudah punya dua Puskesmas terakreditasi.

Sidiq menginginkan di tahun 2019 semua fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun Puskesmas yang ada harus terakreditasi tanpa terkecuali.

Akreditasi itu sendiri merupakan pengakuan dari lembaga independen yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan untuk menilai pelayanan kesehatan. Puskesmas akan dinilai, apakah standar yang dipakai sesuai.

Selain penilaian, akreditasi juga memiliki fungsi pembinaan. Handanu menjelaskan akreditasi bukan untuk memvonis Puskesmas salah atau benar. Tapi menuntut ke arah perbaikan.

"Akreditasi ini dilakukan selama tiga tahun sekali,  jika sekarang dilakukan 2017, dan 2020 mendatang harus dilakukan ulang," jelasnya.

Akreditasi tersebut terbagi dalam empat kelas. Pertama tingkat dasar, madya, utama dan paripurna. Tingkat paripurna merupakan yang paling tinggi. Di mana berarti semua dan segala aktivitas Puskesmas sudah menerapkan standar yang ditetapkan dan prosesnya berkelanjutan.

"Untuk di Kota Pontianak dari 11 itu memang masih pada tahap madya. Semoga akreditasi berikutnya kita bisa meningkat. Pontianak baru dalam tahap pemenuhan fasilitas kesehatan, tapi belum pada proses yang berkelanjutan," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Target akreditasi Puskesmas di akhir 2018 diyakini didapat.

Namun, memang ada yang mesti disiapkan. Di antaranya sarana dan prasarana berupa bangunan, jumlah tenaga medis, peralatan medis, baru SOP pelayanan-pelayanan Puskesmas.

"Seperti Puskesmas Tani Makmur yang ada pelayanan 24 jam untuk melahirkan. Memang target ini, Pemerintah Kota mendukung habis untuk mencapainya," tegasnya.

Fasilitas kesehatan yang baik memang diperlukan. Terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Apalagi pelayanan Puskesmas semuanya gratis. Hal itu dilakukan sebagai keseriusan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Pola hidup sehat sangat penting bagi masyarakat, jangan setelah sakit baru kita sadar. Kuncinya adalah pola hidup sehat, olahraga dan konsumsi makanan yang sehat. Serta menjaga lingkungan," pungkasnya. (bls/and)