Pencatatan Akta Lahir di Pontianak di Atas Rata-rata Nasional, Ini Strateginya

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 111

Pencatatan Akta Lahir di Pontianak di Atas Rata-rata Nasional, Ini Strateginya
RAPAT - Rapat lintas sektor Dukcapil bersama bidang praktik, untuk percepatan akta kelahiran, Rabu (15/11). (SP/Kristiawan Balasa)
PONTIANAK, SP - Pemerintah pusat menargetkan pencatatan akta lahir di angka 79 persen pada tahun 2017, tapi Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Pontianak bisa mencapai 96,83 persen. Bagaimana caranya?

Setidaknya, ada tiga strategi yang dipakai Dukcapil Pontianak. Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dukcapil Pontianak, Dini Eka Wahyuni pun membeberkannya.

Cara pertama, dengan memastikan apakah setiap anak usia 0-18 tahun sudah memiliki akta lahir. Data anak yang sudah berakta dipisahkan dari yang belum. Kemudian, koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama dilakukan. Dukcapil meminta semua sekolah mengumpulkan fotokopi akta kelahiran siswa.

"Berkas pengajuan pindah datang wajib melampirkan akta lahir bagi anak 0-18 tahun. Kita juga berkoordinasi dengan ketua RT melalui kelurahan untuk mengumpulkan akta lahir warga dan menginventarisir warga yang belum berakta," jelasnya, Rabu (15/11).

Strategi kedua, dengan membuka pelayanan akta kelahiran secara online dan mobile. Melakukan pelayanan online 2 in 1 penerbitan akta lahir dan KK dari rumah sakit. Saat ini sudah empat rumah sakit yang bekerja sama, RSIA Anugerah Bunda, RSB Jeumpa, RS Mitra Medika dan RSU St Antonius. Progam ini merupakan inovasi Dukcapil dengan nama BALAK (Bayi Lahir Pulang Bawa Akta).

Strategi terakhir, dengan membuat regulasi. Misalnya, setiap pendaftar sekolah wajib melampirkan akta lahir calon siswa. (bls)