Rusun Harapan Jaya Selesai Akhir Tahun

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 579

Rusun Harapan Jaya Selesai Akhir Tahun
TINJAU - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat meninjau Rusun Harapan Jaya, Minggu (19/11) kemarin. Pembangunan rusun ditargetkan selesai akhir tahun ini. (Ist)

Guru Diminta Pindah ke Rumah Susun


Wali Kota Pontianak, Sutarmidji
"Kalau dia terkena dampak dari pembangunan drainase, parit, apa pun, kita fasilitasi. Termasuk mereka yang tinggal di komplek-komplek sekolah. Rumah guru tidak boleh lagi karena kita perlu areal yang luas untuk bermain anak. Sehingga mereka kita tawarkan di sana. Guru tinggal di rumah susun bisa, ambil perumahan pun bisa. Jangan sampai dia seumur-umur tinggal di rumah dinas guru"

PONTIANAK, SP - Pembangunan rumah susun (rusun) Harapan Jaya di Jalan Harapan Jaya, Pontianak Selatan, ditargetkan selesai akhir tahun ini. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji telah melakukan peninjauan rusun dengan kapasitas 180 kamar itu. Dia yakin, proyek pusat ini tak akan terhambat.

"Dia ada kontrak, kontrak dia kapan terakhir ada aturannya. Jadi tidak mungkin terbengkalai. Sekarang tinggal penyelesaian. Saya rasa tiga bulan selesai. Itu pun lama waktu tiga bulan," kata Sutarmidji, Senin (20/11).

Rusun yang kamarnya seluas 2,4 meter persegi itu cocok untuk keluarga dengan satu anak. Wali Kota berujar, rusun yang dibangun dalam dua tahun terakhir ini akan diprioritaskan bagi warga yang terdampak penataan kawasan. Misalnya warga Gang Dungun, yang tinggal di atas bantaran Parit Tokaya. Termasuk mereka yang tinggal di tepi sungai.

"Beberapa lokasi juga yang kita bersihkan kita minta pindah situ. Termasuk beberapa titik di tepi sungai," imbuhnya.

Mereka yang terdampak penataan akan difasilitasi dalam memperoleh rusun. Bukan cuma itu, para guru yang tinggal di rumah dinas pun dipersilakan mengambil rusun. Rumah-rumah dinas di lingkungan sekolah akan dibongkar untuk perluasan areal bermain anak dan fasilitas sekolah lain.

"Kalau dia terkena dampak dari pembangunan drainase, parit, apa pun, kita fasilitasi. Termasuk mereka yang tinggal di komplek-komplek sekolah. Rumah guru tidak boleh lagi karena kita perlu areal yang luas untuk bermain anak. Sehingga mereka kita tawarkan di sana. Guru tinggal di rumah susun bisa, ambil perumahan pun bisa. Jangan sampai dia seumur-umur tinggal di rumah dinas guru," pungkasnya.

Sebelumnya, Pontianak memiliki satu lokasi rusun di kawasan Sungai Beliung. Jika ditotal dengan di Harapan Jaya, setidaknya ada 320 kamar di dua lokasi itu. Ke depan, akan satu yang dibangun di Gang Semut, dekat Jembatan Landak. Saat ini, persoalan tanah tengah dibenahi.

"Kita ambil pusat akan membangun satu unit rusun di situ untuk masyarakat sekitarnya. Nanti masyarakat yang rumahnya berada di tanah yang ini, sementara kita kasih uang untuk sewa dulu selama masa pengerjaan," kata Sutarmidji.

Sutarmidji mengungkapkan sudah seharusnya developer di Pontianak membangun apartemen. Apartemen bertipe studio, dengan luas 26 meter persegi dinilai cocok. Harganya berkisar Rp250 sampai Rp300 juta.

"Saya rasa laku. Cuma tak ada yang berani investasi apartemen," katanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Fuadi Yusla menambahkan Pemkot memang mengerem pengembangan rumah-rumah. Rumah susun jadi pilihan selanjutnya. Misalnya saja untuk daerah-daerah kumuh. Rusun akan dibuat bertahap.

"InsyaAllah tahun depan kita dijanjikan satu tower lagi oleh kementerian di lokasi Jalan Tabrani Ahmad, dekat booster dan mendukung ASN rumah sakit," ucapnya.

Soal rencana rusun di Gang Semut, tanahnya sedang diurus. Paling sedikit satu tower akan dibangun dengan 90 kamar.

"Karena di Gang Semut itu banyak masyarakat yang menempati rumah  tidak layak dan status tanah mereka juga tidak jelas dan sedang kita proses. Status tanah di Gang Semut itu Hak Guna Bangunan (HGB) dan saat ini sudah habis masanya. Kita coba urus itu, dan pihak kecamatan sedang memprosesnya," pungkasnya.

Proyek Sempat Tersendat 


Sebelumnya sempat diberitakan bahwa proyek pembangunan rumah susun yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat ini sempat tersendat dan tak sesuai dari target yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Fuadi Yusla, mengakui pengerjaan proyek tersebut memang telat.

"Harusnya memang selesai tahun lalu bulan Desember kontrak pengerjaan untuk pondasi atau struktur sampai lantai 4 harus diselesaikan. Karena dari kementerian membatasi mereka hanya sampai disana. Tapi mereka telat mengerjakannya dan tidak tahu kendalanya apa," ungkap Fuadi, Jumat (10/3) lalu.

Kontraktor kata dia, tak mampu menyelesaikan pembangunan rusun sesuai waktu kontraknya. Ia berharap pengerjaan dapat segera selesai, dan akhir 2017 semua proyek tersebut rampung.

Fuadi juga menyebutkan Pemkot sudah berkomunikasi dengan kementerian mengenai terlambatnya pengerjaan bangunan rusunawa empat lantai tersebut.

Dikatakannya memang keterlambatan pengerjaan memang ada di tangan kontraktor yang melaksanakan proyek yang seharusnya Desember tahun lalu selesai. (ant/bls/ind)

Komentar