Indeks Persepsi Korupsi Pontianak Terbaik Kedua, Sutarmidji: Jadi PR Wali Kota Mendatang

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 209

Indeks Persepsi Korupsi Pontianak Terbaik Kedua, Sutarmidji: Jadi PR Wali Kota Mendatang
Ilustrasi korupsi. (net)
PONTIANAK, SP - Pontianak menempati urutan kedua kota dengan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) terbaik tahun 2017 berdasarkan survei terbaru dari Transparency International Indonesia (TII).

Sebelumnya, Pontianak menempati urutan ke empat. Survei IPK ini dilakukan di 12 kota besar di bagian barat, tengah, serta timur Indonesia.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji bersyukur atas peningkatan yang didapat. Dia menyebutkan ada beberapa kota yang mengalami peningkatan. Misalnya Jakarta Utara yang jadi kota terbaik.

"Sekarang kita bisa menyalip Banjarmasin, waktu itu kita nomor empat. Sekarang nomor dua. Harusnya wali kota yang akan datang bisa buat itu jadi nomor satu," katanya, Kamis (23/11).

Dalam survei ini, objek yang dituju adalah para pengusaha. Sutarmidji menerangkan Pontianak sudah memberikan kemudahan usaha luar biasa. Namun ada satu penilaian yang bertolak belakang, di mana untuk mendapatkan Akta Pendirian Perusahaan dari Kemenkumham, waktu yang diperlukan lima hari.

"Saya minta ke jajaran Kemenkumham, kalau misalnya Bandung, Surabaya dalam pengesahan Akta Pendirian Perusahaan itu bisa dua hari, kenapa Pontianak lima hari. Kalau di sana bisa dua hari, berarti kinerja mereka jelek," sesalnya.

Sutarmidji menerangkan pengurusan hal itu sudah online. Semestinya, seluruh Indonesia bisa dua hari.

"Harga minyak saja bisa dibuat sama, masa izin yang sudah online tidak bisa. Kalau saya jadi Kakanwil Kemenkumham, saya buat satu hari. Dalam era teknologi informasi sekarang, kemudian ini kota jasa, itu harus cepat," pungkasnya. (bls)