Tiongkok Berencana Tambah Investasi di Kalbar

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 459

Tiongkok Berencana Tambah Investasi di Kalbar
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar kembali menjalin komunikasi kerja sama bilateral dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Tiongkok untuk Indonesia, di Pendopo Gubernur, Pontianak, Minggu (3/12) malam.

Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan, kedatangan Atase (Kepala Bidang) Perdagangan (Atdag) Tiongkok guna melihat potensi investasi yang ada di Kalbar.

"Bagaimana dia melihat Kalimantan Barat, itu bisa ndak untuk investasi, berbisnis, peluang-peluang bisnis, ada tidak di tempat kita ini. Kalau memang ada, mereka akan kembangkan," katanya kepada awak media, usai acara ramah tamah.

Ia menjelaskan, saat ini sudah ada investasi yang berjalan di Kalbar. Ia berharap, kerja sama terus terjalin ke depannya.

"Nah, sekarang ini kan masih sedang berkembang, baru mulai. Mudah-mudahan yang akan datang lebih baik lagi," terangnya.

Terkait potensi yang bisa dijadikan sektor investasi oleh pihak luar, Cornelis mengungkapkan, masih banyak peluang itu di Kalbar.

"Banyak, seperti pertambangan dan kelautan," ucapnya.

Melalui penerjemah, Atdag Tiongkok Wang Liping menilai, kerja sama di sektor ekonomi antara Indonesia-Tiongkok saat ini memasuki fase yang cukup baik.

"Jadi sekarang hubungan di bidang ekonomi antara kedua negara kita, boleh dikatakan berada pada periode yang paling bagus," ujarnya.

Bahkan, selama kerja sama dibangun, nilai investasi yang telah dikucurkan ke Indonesia sangat besar. 

"Jadi, menurut statistik Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, sampai sekarang investasi langsung telah mencapai USD2,7 miliar. Investor Tiongkok merupakan pertumbuhan investasi yang paling cepat di Indonesia," jelasnya.

Untuk investasi di Kalbar, kata dia, perusahaan dari Tiongkok telah menginvestasikan modal sekitar USD100 juta. Dengan nilai tersebut, diharapkan ke depan investasi jauh lebih tinggi.

"Bahwa tahun ini, investasi langsung dari Tiongkok ke Provinsi Kalbar sekitar USD100 juta lebih. Jadi demikian, kita bisa merasakan potensi ke depan, investasi Tiongkok ke Kalbar pasti akan lebih tinggi lagi," jelasnya.

Wang memandang, Kalbar menjadi salah satu provinsi di Indonesia dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang cukup menjanjikan. Di antaranya sektor pertambangan, kehutanan, dan kelautan.

Dengan adanya beberapa perusahaan asal Tiongkok yang berinvestasi di Kalbar, Wang berharap, investasi ini dapat membantu perekonomian lokal.

Ke depan, kata dia, setiap investasi yang masuk ke Kalbar diharapkan pula mendapat dukungan dari pemerintah setempat.

"Kami berharap Pemerintah Daerah Kalabr memberikan dukungan sepenuhnya kepada perusahaan kami, sehingga perusahaan kami bisa sukses melakukan investasi di sini," pungkasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kalbar, Syawal Bondoreso mengatakan, perusahaan asal Tiongkok merupakan investor terbesar di Kalbar.

Tahun ini saja, ungkap dia, sekitar Rp1 triliun lebih dana investasi yang sudah masuk. Di Kalbar, investasi secara keseluruhan sekitar Rp17 triliun.

"Terbesar dia, Rp1,57 triliun sampai dengan semester ini," sebutnya.

Investasi perusahaan Tiongkok di Kalbar lebih kepada sektor pertambangan. Di antaranya alumina di Kabupaten Ketapang.

"Industri logam non logam sama industri lainya," terang dia.

Kerja sama bilateral Kalbar dengan perusahaan dari Tiongkok, akan terus berlanjut.

"Tetap, beliau kan berkelanjutan. Prospek ke depan lebih bagus," jelang Syawal. (umr/bah)