Petugas Temukan Mobil Plat Pontianak Cap KIR Luar

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 53

Petugas Temukan Mobil Plat Pontianak Cap KIR Luar
CEK DOKUMEN - Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan tengah melakukan pengecekan dokumen kendaraan yang melintas di Jalan Rahadi Usman Pontianak, Rabu (6/12). (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak bersama Satlantas Polresta Pontianak serta Provost Angkatan Laut menggelar razia kendaraan bermotor di Jalan Rahadi Usman Pontianak, Rabu (6/12). Hasilnya puluhan berbagai jenis terjaring. 

Petugas memeriksa kondisi kendaraan (KIR) maupun dokumen berbagai jenis kendaraan, baik bermotor roda dua dan roda empat ke atas. Salah satu temuan yang menarik adalah kendaraan berplat Pontianak yang justru dapat cap uji KIR dari kabupaten tetangga. Malah ada yang dari Jakarta. 

Besar dugaan, ketatnya syarat KIR sebagai kelaikan kendaraan di Pontianak buat mereka beralih ke tempat lain. Padahal, berdasarkan aturan, cap bukti uji KIR mesti berasal dari Pontianak. 

"Bagi yang melakukan pelanggaran maupun kendaraan yang tidak layak langsung ditilang, tidak ada lagi toleransi," ujar Kepala Dishub Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi. 

Pihaknya tidak memberikan toleransi lantaran hal ini akan berpengaruh ke banyak hal. Bukan hanya merugikan pengendara, tapi juga orang lain. Dalam hal ini, Satlantas Polresta Pontianak jadi penindak. Pemeriksaan kendaraan bermotor serupa akan terus berlanjut hingga digelarnya Operasi Lilin mendatang.

Wakasatlantas Polresta Pontianak, AKP Slamet menambahkan, razia ini digelar selain untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, juga untuk memantau dan mengantisipasi kejahatan di jalanan. Penindakan para pelanggar lalu lintas dilakukan dengan e-tilang. 

Adanya e-tilang, AKP Slamet mengatakan akan ada kemudahan yang didapat pelanggar lalu lintas. Misalnya, bagi pelanggar yang tidak bisa menghadiri sidang, dengan e-tilang bisa menitipkan uang jaminan di Bank BRI. 

Dia memastikan operasi penertiban lalu lintas ini akan terus berlanjut hingga dimulainya Operasi Lilin. Lokasi razia juga berpindah-pindah. Tak sama tiap waktunya. 

"Jadwal razia dilakukan seminggu dua kali atau seminggu sekali. Razia gabungan ini kita tingkatkan untuk menertibkan pelanggaran lalu lintas yang masih ditemukan," pungkasnya. (bls/bah)