Pedagang Oleh-Oleh Tuai Berkah Kota Pontianak

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 493

Pedagang Oleh-Oleh Tuai Berkah Kota Pontianak
RAPIKAN BARANG – Syarifah Zahra, istri Awab Surur sedang merapikan barang-barang di toko pernak-pernik miliknya di Komplek Stadion Sepakbola Keboen Sajoek PSP Kota Pontianak di Jalan Pattimura. (SP/Anugrah)

Grafik Penjualan Meningkat, Omzet Hingga Ratusan Juta


Kota Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalbar, memiliki ikon dan daya tarik tersendiri untuk mengundang para wisatawan dan pelancong. Daya tarik kota itu setidaknya dirasakan oleh pedagang oleh-oleh di Komplek Stadion Sepakbola Keboen Sajoek PSP di Jalan Patimura, Kecamatan Pontianak Kota. 

SP - Bagi para pengunjung dari luar kota yang datang ke Kota Pontianak, untuk berlibur, maupun dalam perjalanan bisnis, tentu tidak sah jika kembali ke kotanya tanpa membawa buah tangan yang menggambarkan ciri khas Kota Pontianak maupun Kalbar.

Pusat oleh-oleh dan kerajinan tangan dari Kota Pontianak di komplek stadion sepakbola ini menawarkan berbagai macam souvenir, pernak pernik, kerajinan tangan, baju dan berbagai kain bahan khas Kota Pontianak dan Kalbar.

Salah satu pedagang, Awab Surur, yang sudah berjualan sejak tahun 2002 mengatakan bahwa dalam perjalanan waktu terus terjadi peningkatan dalam penjualan.

Awab menyampaikan bahwa item-item yang paling laris terjual setiap harinya yaitu baju kaus, bahan-bahan kain, kain tenun dan manik-manik yang merupakan khas Pontianak dan Kalbar.

“Di sini ya termasuk baju-baju, termasuk baju kaus, bahan-bahan kain, tenun khas Kalbar, termasuk manik-manik. Pokoknya khas Pontianak,” katanya, baru-baru ini. 

Beberapa kerajinan dan juga souvenir pada kiosnya diakuinya diproduksi dari berbagai daerah, namun tetap dengan ciri Kota Pontianak dan Kalbar.

“Kerajinan ada yang dari Kalbar, ada yang dari Jakarta, ada yang Banjar. Tapi khas tetap Kalimantan walaupun dari Banjar, dari Jakarta. Motifnya tetap motif Kalimantan. Macam kaus ini kan di sini pabrik tidak ada, kita kirim Jakarta. Tapi khasnya tetap Kalimantan. Jadi memang kita bikinnya di Jakarta, tapi khasnya Kalimantan,” tuturnya.

Untuk produk yang diproduksi sendiri hanya jenis-jenis pernak-pernik gelang dan kalung. Sementara produk-produk khas yang merupakan produksi lokal seperti jenis gantungan kunci, miniatur tugu khatulistiwa, mandau, kain tenun Sambas dan kain Songket motif corak insang.

Beberapa produk khas produksi asli lokal seperti kain songket dan tenun, dikatakannya dipatok dari harga Rp100 ribu hingga Rp4,5 juta. 

Pembeli-pembeli sebagian besar diakuinya berasal dari luar Kalbar, hingga pengunjung dari luar negeri, termasuk dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam.

“Termasuk dari Malaysia, Singapura banyak kesini, yang paling banyak Malaysia sama Brunei. Sering turis ke sini. Memang kalau Pontianak di sinilah suvenirnya,” paparnya.

Awab mengungkapkan bahwa omzet per bulan cukup menjanjikan, dengan rata-rata kotor bisa mencapai angka seratus juta hingga lebih.

“Omzet kurang lebihlah seratus (juta) lebih gitu per bulannya. Ya ini kan kotor bukan bersih,” tuturnya. (anugrah ignasia/bah)

Komentar