Program Kursus, BP-PAUD dan Dikmas Kalbar Fasilitasi Anak Putus Sekolah

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 372

Program Kursus, BP-PAUD dan Dikmas Kalbar Fasilitasi Anak Putus Sekolah
STAF ANALISIS - Staf Analisis SDM BP-PAUD dan Dikmas Kalbar, Edy Poerwanto. (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Tidak hanya meningkatkan pengembangan satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) menuju standarisasi pendidikan, Balai Pengembangan (BP) PAUD dan Dikmas Kalbar sebagai unit pelaksana teknis di Kemendikbud RI, juga berperan dalam memberikan pelayanan keterampilan dan kecakapan bagi masyarakat.

Staf Analisis SDM BP-PAUD dan Dikmas Kalbar, Edy Poerwanto mengatakan adapun sasaran pelayanan keterampilan dan kecakapan dalam bentuk kursus dan pendidikan, adalah anak putus sekolah.

"Di antara umur 16-21 tahun, masih banyak yang putus sekolah. Bahkan, anak yang tamat sekolah tidak mempunyai keterampilan banyak. Itu lah ladang kerja kita," ujarnya kepada Suara Pemred saat di BP-PAUD dan Dikmas Kalbar, Jalan Raya Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, belum lama ini.

Ia menjelaskan, program kursus bagi ATS ini melibatkan lembaga kursus dan pelatihan (LKP), pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dan sanggar kegiatan belajar (SKB).

Untuk tahun 2017, program yang berasal dari bantuan pusat ini telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di Kalbar. Rencananya, program serupa kembali akan digulirkan tahun depan.

Bahkan, kata Edy, pihaknya telah menerima surat dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI, terkait koordinasi program penyaluran bantuan pemerintah tahun 2018.

"Surat ini juga berisikan tentang pendataan yang berkaitan dengan ATS di LKP, PKBM, dan SKB. Sudah dilaksanakan di kabupaten/kota, tapi ini menambah lagi tentang kursus," jelasnya.

Ia menerangkan, lembaga yang akan dilibatkan dalam program ini adalah mereka yang telah memperbarui nomor pokok sekolah nasional (NPSN).

"Banyak data yang sudah mempunyai NPSN, (namun) tidak aktif data. Lembaga kursus yang mempunyai NPSN, tidak update. Data peserta tidak dimasukkan, maka nanti akhir bulan akan ada surat edaran," katanya.

"Bagi lembaga yang tidak mengupdate, akan dinonaktifkan NPSN-nya," imbuhnya.

BP-PAUD dan Dikmas Kalbar, sebelumnya telah mengajukan ribuan peserta untuk diikutkan ke dalam program kursus ini. Bagi lembaga yang memenuhi syarat, berhak mengajukan dan terlibat mengikuti kursus.

"Dananya itu langsung dari Direktorat, tidak melalui BP-PAUD. BP-PAUD sebagai kepanjangan tangan dari Ditjen PAUD dan Dikmas, khususnya di bidang di Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan," katanya.

"Ini dikhususkan bagi anak di usia 16-21 tahun. Tidak hanya di umur sekian, di atas umur itu banyak juga. Karena dia tamat sekolah SMA, lalu tamat kuliah tidak bisa bekerja, maka pemerintah memfasilitasi untuk mengikuti kursus," pungkas Edy. (pk/umr)