Tingkat Kebocoran Meningkat, Ini Peringatan untuk Dirut PDAM

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 294

Tingkat Kebocoran Meningkat, Ini Peringatan untuk Dirut PDAM
PELANTIKAN - Pelantikan Direktur Teknis PDAM Pontianak, Abdullah, Senin (11/12). (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji melantik Direktur Teknik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak periode 2017-2021, Abdullah, di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (11/12) pagi.

Dalam sambutannya, dia menyentil kepemimpinan Direktur Utama PDAM Pontianak, Ladjito. Sejak menjabat tahun 2016, tingkat kebocoran PDAM meningkat. Di tahun itu, tercatat kebocoran sebesar 31,67 persen.

Jika dilihat dari catatan sebelumnya, kebocoran memang mengalami peningkatan. Namun tidak sebesar sekarang.
Di tahun 2014 berdasarkan Audit Kinerja oleh BPKP Perwakilan Kalbar tingkat kebocoran tertulis 27,77 persen. Kemudian di tahun selanjutnya 28,94 persen. Sementara di tahun 2017, diprediksi kebocoran 29,7 persen.

Sutarmidji mengatakan, ada persepsi salah dalam perhitungan tingkat kebocoran. Selama ini, ketika cakupan layanan dan kapasitas produksi meningkat, tingkat kebocoran diprediksi besar. Perhitungan seperti itu menurutnya salah.

"Yang bagus itu layanan dan produksi tinggi, tapi kebocoran menurun," ucapnya.

Direksi sebelumnya, menurut Sutarmidji berhasil menurunkan tingkat kebocoran.

"Ini peringatan untuk direksi yang ada sekarang, saya sudah berikan semua direksi pada PDAM, tapi kalau masih jelek, tidak menutup kemungkinan ke depan akan dipegang oleh orang-orang di luar PDAM," tegasnya. (bls)