Sabu 3,3 Kg dan 14.000 Ekstasi Milik Sepasang Suami Istri

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 299

Sabu 3,3 Kg dan 14.000 Ekstasi Milik Sepasang Suami Istri
RILIS KASUS – Polda Kalbar menggelar rilis kasus penangkapan barang yang diduga narkotika jenis sabu seberat 3,3 kilogram di Mapolda Kalbar, Senin (11/12). (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Direktorat ResNarkoba Polda Kalbar bersama Polsek Entikong berhasil mengamankan dua orang yang kedapatan membawa barang yang diduga narkotika di Jalan Baru Patoka, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Minggu (10/12) sekira pukul 00.05 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi dari masyarakat  bahwa akan ada yang membawa narkoba melalui jalur tikus. Dari laporan tersebut, personel Polsek Entikong langsung bertindak dengan mendatangi lokasi Jalan Baru Patoka. 

Saat orang yang dimaksud melintas dengan menggunakan kendaraan bermotor jenis Ninja R 150 beserta tas yang digantung pada stang motor, polisi langsung bertindak untuk menangkap. 

Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Amrin Remico mengatakan bahwa penyelidikan narkoba ini tidak seketika, tetapi melalui proses sekian lama. 

“Kita tengarai di situ (jalur tikus) akan masuk barang haram tersebut. Kita terima juga informasi dari masyarakat. Kita cek dan benar, ada informasi barang haram tersebut akan masuk lewat Entikong. Tapi bukan dari jalur resmi, tapi dari jalan tikus. Tempatnya itu Patoka,” ujar Amrin saat press release mewakili Kapolda Kalbar.

Kedua orang yang berhasil ditangkap beserta barang bukti yaitu Rohima alias Tom dan Haryono alias Bana yang merupakan kurir.

“Kedua orang ini perannya adalah sebagai kurir yang membawa masuk barang itu. Nanti akan kita kembangkan terus,” kata Amrin.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tas yang dibawa oleh pelaku, polisi menemukan barang yang diduga sabu seberat 3,3 Kg dan 14 bungkus barang yang terdiri dari 14.000 pil yang diduga ekstasi. Selain itu turut diamankan pula uang tunai Rp113.000.900.

Dari hasil penangkapan tersebut, selanjutnya dilakukan pengembangan lebih lanjut yang bekerjasama dengan subdit 1 Dit ResNarkoba Polda Kalbar.

Dari hasil pengembangan, pihak Kepolisian berhasil melakukan penangkapan di Jalan Yam Sabran, Kecamatan Ambawang, sekira pukul 07.15 WIB, yang berhasil mengamankan seorang wanita bermama Ida dan seorang laki-laki atas nama Deni yang keduanya berperan sebagai pilot dan dari keduanya berhasil diamankan barang bukti.

Selanjutnya kasus kembali dikembangkan terhadap pemilik barang haram tersebut yang beralamat di Jalan Tritura Kelurahan Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur dan kembali diamankan dua orang tersangka yaitu Alang alias Aisyah dan Iyan Kacamata alias Iyan Minyak. 

“Aisyah alias Alang sebagai pemilik barang dan suaminya Iyan. Itu suami istri,” tuturnya.

Lantaran melakukan perlawanan pada saat penangkapan, maka pihak kepolisian melakukan penembakan terhadap Iyan, yang mengenai dada sebelah kanan. Saat ini, Iyan sedang dirawat di RS Antonius.

“Iyan ini tidak kooperatif dengan petugas, berusaha untuk melarikan diri. Petugas lapangan mengambil tindakan untuk melumpuhkan yang bersangkutan,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, diketahui juga bahwa kedua kurir yang ditangkap di Entikong mengambil barang haram yang sudah diletakkan di perbatasan Indonesia - Malaysia.

“Ada pihak lain yang meletakkan (di perbatasan). Ini diduga sindikat jaringan internasional,” tuturnya.
Intens Patroli

Terkait masuknya barang haram narkotika dan ekstasi tersebut melalui jalur tikus dan diketahui banyaknya jalur jalan-jalan tikus yang ada, Amrin mengatakan bahwa pihaknya akan memperbanyak penjagaan di jalur-jalur tikus dan melakukan patroli.

“Juga kita memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar masyarakat paham bahwa jalur tikus itu tidak boleh digunakan untuk perlintasan masyarakat. Gunakanlah jalur resmi,” imbuhnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dari pemilik barang yaitu uang tunai sejumlah Rp182.700.000. sejumlah emas berupa gelang, alat hisap, kartu kredit dan handphone.

Terhadap tindakannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009, pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009, pasal 115 ayat (1) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009 dan pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009. (rah/bah)

Komentar