Polisi Diminta Tindak Pencatutan KTP

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 346

Polisi Diminta Tindak Pencatutan KTP
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi Kalbar, meminta Kapolda Kalbar mengusut tuntas penyalahgunaan kartu identitas penduduk (KTP) masyarakat yang digunakan untuk pencalonan di Pilkada.

"Kita dapat laporan masyarakat tentang pencatutan KTP yang digunakan untuk melengkapi syarat pencalonan Pilkada, ini terjadi di Kalbar dan beberapa daerah yang akan Pilkada," katanya kepada Suara Pemred di Pontianak, Rabu (13/12).

Ia menjelaskan, penyalahgunaan yang dimaksud banyak ditemukan KTP warga yang ganda. Lebih parah lagi, KTP tersebut ketika diverifikasi di KPU ada, akan tetapi yang bersangkutan tidak mengetahui jika KTP dan namanya dimasukkan ke dalam form dukungan.

"Warga tidak merasa memberikan dukungan kepada bakal calon tersebut, termasuk ada KTP penyelenggara yang dicantumkan tanpa sepengetahuan mereka. Ini merupakan tindakan-tindakan yang merusak demokrasi," terangnya.

Ia berharap, Kapolda Kalbar mengusut kasus pencatutan tersebut. Karena ada indikasi jual beli database kependudukan hanya untuk lolos verifikasi.

"Cek siapa saja yang menjadi mafia ini, jika kita ingin demokrasi kita di Kalbar benar-benar ingin sehat," katanya.

Untuk memastikan adanya dugaan praktik pencatutan, Pokja Rumah Demokrasi mendorong KPU maupun Bawaslu melakukan verifikasi faktual, dengan memanggil kordinator timses yang mengurusi pengumpulan dukungan bakal calon untuk mengantarkan tim verifikasi dari penyelenggara ke lokasi dan ke rumah warga yang dianggap mendukung bakal calon.

"Atau bisa saja memakai undangan untuk ke masyarakat. Kalau mereka tidak datang, berarti mereka tidak merasa mendukung, sehingga kita tahu jelas valid atau tidak data tersebut," pintanya.

Di samping itu, Zainudin meminta masyarakat ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pemilihan yang demokratis.

"Kita juga meminta kepada masyarakat yang merasa KTP dan identitasnya dicatut untuk melaporkan ke Panwas di masing-masing daerah pemilihan agar segera ditindaklanjuti," harapnya. (umr/jee)

Komentar