Angka Melahirkan di Usia Dini Kalbar Tinggi

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 350

Angka Melahirkan di Usia Dini Kalbar Tinggi
Kegiatan Santri Berencana oleh BKKBN Kalbar, Sabtu (16/12). (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Angka perempuan melahirkan di usia dini di Kalimantan Barat terhitung tinggi.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan, dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar, Kusmana menjelaskan berdasarkan hasil penelitian terakhir, 104 dari 1.000 perempuan pernah melahirkan di usia 15-19 tahun.


"Hasil penelitian terakhir, umur 15-19 tahun yang melahirkan sangat tinggi di Kalbar, karena 104 wanita dari 1.000 pernah melahirkan rentang waktu 15-19 tahun tersebut," kata Kusmana saat memberikan materi Santri Berencana di Aula Pontianak Timur, Sabtu (16/12).

Dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya terus berusaha menekan angka itu. Kusmana menglaim, upaya BKKBN berhasil.

"Kita terus menekan angka itu dan membuahkan hasil, karena mereka yang hamil tanpa perencanaan sudah menurun sekitar 20 persen," jelasnya.

Data itu didapat dari mereka yang melahirkan karena menikah muda maupun yang melahirkan di luar nikah.

Sebagai upaya untuk terus menekan angka tersebut, perlu dibentuk komunitas dan titik-titik pusat informasi  mengenai kesehatan reproduksi.

"Komunitas dibangun di semua komunitas baik suku dan agama. Ini adalah upaya kita menekan angka tersebut," katanya.

Intinya, bagaimana menyebarluaskan informasi ke semua jaringan. Bagaimana usia perkawinan atau kapan waktu yang tepat untuk memiliki keturunan. Santri katanya, punya jaringan luas sampai ke daerah.

"Ini dari aspek bahasa agamanya, dari aspek komunikasi mereka dengan nilai-nilai karena kita fokus pada program  yang berdasarkan tiga nilai, sosial  agama dan nilai negara," ucapnya.

Maka dari itu, pihaknya mengadakan kegiatan untuk sosialisasi dan pendekatan pada pesantren dan panti asuhan. Harapannya, sebagai calon dai nantinya dapat menyebarkan informasi  sesuai dengan umur dan pengetahuan.

"Bagaimana mereka mempersiapkan keluarga berencana," pungkasnya. (bls)