Sadis! Begini Cara Tersangka Aniaya Zainal Hingga Akhirnya Tewas

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 2912

Sadis! Begini Cara Tersangka Aniaya Zainal Hingga Akhirnya Tewas
GARIS POLISI - Lokasi temuan mayat Zainal bersimbah darah di rumah warga Gang Peniti Baru, Jalan Imam Bonjol, diberikan garis polisi, Rabu (20/12). (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP – Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli menyampaikan dari hasil visum, kematian Zainal (44) akibat kehabisan darah. Empat tersangka pun ditetapkan yakni IW, NM, FR dan HA.

Kematian korban bermula sekitar pukul 03.45 WIB, saat korban memasuki rumah Azis anak dari Dayang Ratnawati yang merupakan TKP, melalui dapur. Di mana dapur dalam proses renovasi, sehingga tidak memiliki pintu.

“Jadi korban sempat meminta tolong dengan mengetuk pintu, yang terbangun adalah ibu dari pada saudara Azis. Azis dibangunkan oleh ibunya, sehingga karena mendengar hal-hal yang aneh dari pada korban, tentang minta tolong dengan suara yang keras sehingga Azis meminta ibunya dan adiknya meninggalkan rumah untuk mengungsi ke rumah tetangga,” kata Husni.

Setelah itu, Azis menghubungi temannya yang kini ditetapkan sebagai tersangka, NM melalui telepon untuk menemani mengecek korban. Selanjutnya, setelah membuka pintu ternyata korban sedang berbaring di dapur dengan meminta tolong.

Dikarenakan Azis dan NM tidak berani untuk menghampiri, mereka meninggalkan korban. Setelah keluar dari rumah, mereka bertemu dengan Sandi, yang merupakan saksi. Saat kembali lagi ke TKP, mereka tetap tidak berani menghampiri korban dikarenakan keadaan gelap.

Berikutnya, tersangka NM pulang untuk melihat anaknya dan bertemu dengan tersangka FR. Mereka berdua kembali ke TKP dan bertemu dengan HN dan IW (tersangka) serta Ridwan (saksi).

Mereka berlima kembali ke dalam rumah, TKP, yang pada awalnya dikatakan mereka berniat menolong korban untuk dikeluarkan dari rumah.

Namun pada saat proses tersebut, korban berontak, sehingga IW yang pada saat itu membawa senjata tajam, memukul ke arah tangan kiri korban hingga menyebabkan tangan kirinya luka.

“Tangan korban lepas dari pegangannya yaitu memegang kandang kucing, korban digeser ke ruang tengah. Sampai di ruang tengah korban kembali berontak, sehingga kembali ditendang oleh NM,” tuturnya.

Saat kembali berontak, korban kembali dipukul sebanyak dua kali dengan menggunakan parang hingga mengakibatkan kepala bagian belang luka.

Dijelaskannya bahwa peran dari tersangka lain ada yang memegang, memukul dan menendang korban.

“Setelah itu korban dibawa ke teras dan terjatuh, namun korban sempat berdiri kembali, berjalan ke arah tepi pagar dan di situlah kita temukan korban terakhir yang posisinya telah meninggal dunia,” pungkasnya.

Husni menceritakan berdasarkan olah TKP, korban sebelumnya datang dari arah belakang rumah, yang sudah dalam keadaan ada tetesan darah. (rah)