Survei Pilgub Kalbar, Karol Unggul Tipis dari Midji

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 435

Survei Pilgub Kalbar, Karol Unggul Tipis dari Midji
SURVEI - Pers rilis hasil survei Cirus Surveyors Group, di Pontianak, Kamis (21/12). (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Cirus Surveyors Group, merilis survei menjelang Pilgub Kalbar 2018 untuk menakar peta kekuatan calon-calon gubernur Kalbar.

Peneliti Cirus Surveyors Group, Rio Prayogo menyampaikan survei opini publik menjelang Pemilukada Kalbar 2018 ini, menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Sebanyak 1.000 responden dengan proporsi gender seimbang (50%-50%) ya g tersebar di 14 kabupaten/kota dan 100 desa/kelurahan. Tiap kelurahan dibagi lima RT secara acak, yang masing-masing dipilih dua keluarga. Survei dilakukan pada 28 Oktober sampai 2 November 2017," ujarnya di Aston Pontianak Hotel, Jalan Gajahmada Pontianak, Kamis (21/12).

Sebelumnya, pada Juli 2017, Cirus Surveyors Group juga melakukan survei di Kalbar dengan metode dan jumlah sampel yang sama, sehingga dapat diketahui dengan jelas pergerakan angka dari calon-calon gubernur, yakni Sutarmidji dan Karolin Margret Natasa.

Dikatakan, dalam simulasi terbuka (top of mind), dinamika antara kedua kandidat ini juga terbaca. Data Juli 2017 menunjukkan angka elektabilitas top of mind Sutarmidji pada angka 24,8 persen dan Karolin Margret Natasa di kisaran 19,2 persen.

Pengukuran kembali dilakukan dalam kurun waktu empat bulan, tepatnya pada November 2016 dan hasilnya memperlihatkan kenaikan angka elektabilitas kedua kandidat, di mana Sutarmidji 27 persen dan Karolin 28,80 persen.

Dari segi popularitas, dari dua survei yang dilakukan, Karolin yang saat ini menjabat Bupati Landak mengalami kenaikan dibandingkan Sutarmidji. Bila Juli 2017 Karolin 55,9 persen dan Sutarmidji 41,8 persen, maka di November 2017 Karolin 74,3 persen dan Sutarmidji 50,9 persen.

"Tingkat elektabilitas pada Juli 2017, Sutarmidji 24,1 persen dan Karolin 21,1 persen. Angka tersebut bergerak menjadi 26,63
persen untuk Sutarmidji, dan 33,23 persen untuk Karolin pada November 2017," jelas Rio.

Dari tingkat akseptabilitas, hasil survei menunjukkan Karolin mengalami kenaikan dari 69,7 persen di Juli, menjadi 71,1 persen di November. Sementara Sutarmidji naik tipis dari 73,3 persen di Juli, menjadi 73,4 persen.

Ia menjelaskan, jika dalam hasil survei pada Juli ditemukan selisih elektabilitas antar kedua bakal calon sangat tipis atau dalam margin of error, maka dalam temuan survei di November, jarak angka keduanya cukup jauhnya.

"Hal ini merupakan efek dari berbagai hal, di antara berbagai upaya sosialisasi buang dilakukan pada masyarakat oleh para kandidat," jelasnya. (umr)