Bawaslu RI: Indeks Kerawanan Pemilu Jadi Early Warning bagi Kalbar

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 377

Bawaslu RI: Indeks Kerawanan Pemilu Jadi Early Warning bagi Kalbar
BAWASLU RI - Anggota Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Mochammad Afifuddin. (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Anggota Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dirilis pihaknya beberapa waktu lalu, menjadi salah satu alat bantu Bawaslu dalam memetakan kerawanan dalam Pilkada.

"Indeks kerawanan ini kan memang alat bantu kita untuk memetakan potensi kerawanan yang sangat mungkin terjadi dalam proses pemilihan kepala daerah 2018," ujarnya kepada awak media di Pontianak, kemarin.

Ia menjelaskan, dalam pemetaan ada beberapa item yang digunakan Bawaslu sebagai alat ukur IKP.

"Yang kita jadikan alat ukur adalah pengalaman pengelolaan dan penyelenggaraan Pemilu terakhir, termasuk isu-isu atau kejadian-kejadian yang tidak di proses Pilkada terakhir," katanya.

Dalam IKP, Kalbar tergolong provinsi yang berpotensi cukup rawan terjadinya konflik. Dari 17 provinsi yang akan menyelenggarakan Pilgub, Kalbar berada posisi ketiga di bawah Papua dan Maluku, dengan IKP 3,04.

"Ini saya kira bisa menjadi pilihan early warning untuk semua pihak di Kalimantan Barat. Tidak hanya KPU tidak hanya Bawaslu, tapi juga kepolisian, teman di BIN Daerah untuk mengantisipasi, termasuk Pemda agar apa yang kita ingatkan ini tidak terjadi," pungkasnya. (umr)