Enam Menteri Hadir di Perayaan Natal Bersama di Rumah Radakng

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 252

Enam Menteri Hadir di Perayaan Natal Bersama di Rumah Radakng
PERSIAPAN - Persiapan Natal Oikumene Nasional di Rumah Radakng, Rabu (27/12). (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Selain Presiden Joko Widodo (Jokowi), sejumlah menteri dikabarkan datang di Kalbar guna menghadiri perayaan Natal bersama di Rumah Radakng, Pontianak, Kamis (28/12).

Beberapa dari mereka sudah ada yang datang, bahkan seperti Menteri Perdagangan, langsung turun ke Pasar Flamboyan guna memantau kondisi barang.

"Untuk menteri yang sudah hadir sekarang Menteri Pemberdayaan Perempuan, Menteri BPN malam ini, Menteri Perdagangan sudah hadir, Wakil Ketua MPR, sama Menteri Pendidikan besok pagi, terus yang ditunggu Pak Gub hari ini Menteri ESDM, ditunggu untuk jam 10.00 ini Menteri Agama," ungkap Kabag Protokol dna Perjalanan Biro Humas dan Protokol Setda Kalbar, Jimmi Imanuddin, kepada awak media di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (27/12).

Besok, selain menghadiri perayaan Natal bersama, Presiden terlebih dahulu akan datang ke Masjid Raya Mujahidin. Di sana, Jokowi akan menyerahkan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ke 5.500 peserta dari tujuh provinsi secara simbolis.

Dilanjutkan, mengenai perayaan Natal bersama, Biro Humas dan Protokol Serta Kalbar belum bisa memastikan adanya tamu dari negara luar yang akan datang. Pemprov Kalbar masih menunggu informasi dari Protokol Kepresidenan.

"Tamu negara lain tidak ada undangan, karena harus berhubungan dengan Kementerian Luar Negeri, sampai saat ini dari Kementerian Luar Negeri belum ada kontak dengan kita mengenai siapa-siapa yang duta besar negara asing atau negara sahabat yang akan menghadiri pertama Natal bersama," jelasnya.

Di samping agenda Natal bersama dan penyerahan sertifikat tanah PTSL, sebelumnya Jokowi dikabarkan mendatangi beberapa tempat. Namun ada perubahan dalam agenda itu.

"Informasi untuk peresmian Pasar Asahan masih negatif. Khusus untuk Singkawang memang dibatalkan, termasuk juga peresmian Bandara Supadio juga tidak diagendakan," terangnya. (umr)