Banyak Pihak Ragu BBM Satu Harga, Begini Kata Presiden Jokowi

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 339

Banyak Pihak Ragu BBM Satu Harga, Begini Kata Presiden Jokowi
PERESMIAN - Presiden Jokowi saat meresmikan BBM satu harga, Jumat (29/12). (Biro Pers Kepresidenan)
PONTIANAK, SP – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meresmikan 16 lembaga penyalur BBM satu harga di Terminal BBM Pertamina Pontianak, Jalan Khatulistiwa, Siantan Hulu, Pontianak Utara, Jumat (29/12). 

Orang nomor satu di negeri ini tersebut menyebutkan, saat pertama kali program BBM satu harga diumumkan, banyak yang meragukan bahwa program ini tidak akan berjalan.

"Karena memang terlalu sulit, dan mahal biayanya. Saat itu saya perintah untuk menghitung, ESDM dan BUMN berapa biayanya," ujar Presiden.

Biaya tambahan yang harus dikeluarkan, kata Presiden yakni sebesar Rp800 miliar.

“Dahulu subsidi BBM bisa diberikan lebih dari Rp300 triliun, ini tidak sampai Rp1 triliun. Masa tidak bisa diberikan. Itulah kenapa saya putuskan BBM satu harga, harus,” ungkapnya.

“Saya contohkan di Papua, di Kalimantan, jawa Rp6.450 premium per liter, di daerah pedalaman dan perbatasan, di Kecamatan Puring Kencana, Kapuas Hulu harganya bisa mencapai Rp40 ribu per liter, jika tak percaya silakan datang ke sana. Harganya memang segitu," imbuhnya.

Bahkan, lanjut Presiden, di beberapa tempat di Sulawesi, dijual dengan Rp25 ribu per liter, bahkan Papua  bisa mencapai Rp100 ribu per liter.

Ini berakibat terhadap kenaikan harga bahan pokok yang dibutuhkan rakyat, semakin mahal di tempat-tempat tersebut. (jek)