Chairil Effendi Jadi Saksi Sidang Tipikor IAIN, Jelaskan Fungsi Rektor dalam Proyek

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 295

Chairil Effendi Jadi Saksi Sidang Tipikor IAIN, Jelaskan Fungsi Rektor dalam Proyek
SIDANG - Sidang lanjutan Tipikor atas terdakwa Rektor IAIN Pontianak, HS, Rabu (3/1). (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP – Pengadilan Tipikor Pontianak, kembali melanjutkan persidangan terhadap terdakwa HS, mantan rektor IAIN Pontianak dengan sangkaan korupsi pada pengadaan meubeler Rusunawa IAIN Pontianak, Rabu (3/1).

Hadir sebagai saksi, Chairil Effendi, mantan Rektor Untan dengan kapasitasnya sebagai saksi yang meringankan terdakwa HS.

Dalam kesaksian di sidang itu, Chairil Effendi menceritakan pengalamannya sebagai pemimpin sebuah institusi pendidikan serta terkait persoalan prosedur pengadaan.

Dia menyampaikan bahwa jabatan rektor dalam pengadaan berkedudukan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Selain itu, dia mengatakan bahwa jabatan rektor merupakan jabatan tambahan di luar jabatan utama sebagai dosen dan mengajar. Dalam tugas tambahan tersebut tentu berkaitan dengan hal-hal administratif.

“Rektor jabatan tambahan bukan struktural,” ujarnya.

Dalam hal ini, disampaikannya prosedural pengadaan yang ada di Universitas Tanjungpura berdasarkan pengalamannya, bahwa rektor sebagai KPA bertanggung jawab terhadap proyek pengadaan yang ada.

Dia menuturkan bahwa dalam sebuah proyek, kedudukan KPA membentuk panitia pengadaan, membuat PPK, membentuk panitia penerima barang atau PPHP. Dalam pertanggung jawaban dilakukan berdasarkan tingkatan masing-masing yang tidak semua dilimpahkan kepada KPA.

“Karena rektor sebagain tugas tambahan sering keluliru apalagi jika staf dibawah tidak mengingatkan. Karena rektor banyak memiliki tugas,” ujarnya. (rah)