Syarif Abdullah: Jabatan Kepala Daerah Bagaimana jadi Pemimpin, Bukan Penguasa

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 208

Syarif Abdullah: Jabatan Kepala Daerah Bagaimana jadi Pemimpin, Bukan Penguasa
Korwil DPP Nasdem Kalbar, Syarif Abdullah. (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Korwil DPP Nasdem Kalbar, Syarif Abdullah turut menyampaikan orasi dalam Deklarasi Midji-Norsan, sebagai salah satu partai pengusung bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat 2018-2023 di Pontianak Convention Center (PCC), Senin (8/1) pagi.

Dia berucap tahun ini merupakan tahun di mana masyarakat Kalimantan Barat akan mendapat gubernur baru. Dalam hal ini, dia yakin Midji-Norsan akan jadi pemimpin baru untuk Kalbar Baru.

"Ini adalah gubernur rakyat. Semua datang (ke PCC) tanpa biaya, cuma (undangan) pakai video, SMS , WhatsApp. Ini adalah metode baru yang diterapkan untuk Kalbar Baru," ucapnya.

Dalam rapat Nasdem, Kalbar dan Lampung mendapat prioritas untuk memenangkan kursi kepala daerah. Dia yang sempat dijagokan maju, dengan senang hati memberikan suara ke Sutarmidji.

"Setelah lihat hasil survei, saya rasa ada yang lebih berhak, saya lihat kan survei dan prestasi, Bapak H Sutarmidji yang berhak," ucapnya.

Dia menegaskan jabatan kepala daerah bukan cuma status. Tapi bagaimana bisa jadi pemimpin, bukan penguasa. Untuk mendukung progam Midji-Norsan, dia yang kini duduk di Komisi V DPR RI, akan segera membuat surat dukungan pemekaran Provinsi Kapuas Raya.

"Dalam waktu dekat buat surat dukungan pemekaran Kapuas Raya," pungkasnya. (bls)