Ujian Delapan Mata Pelajaran SD Batal

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 234

Ujian Delapan Mata Pelajaran SD Batal
UJIAN - Sejumlah siswa SD saat mengerjakan soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Disdikbud Kota Pontianak memastikan bahwa ujian SD sederajat pada tahun ajaran 2017-2018 masih sama dengan tahun sebelumnya. (Ist)
PONTIANAK, SP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak memastikan bahwa ujian Sekolah Dasar (SD) sederajat pada tahun ajaran 2017-2018 masih sama dengan tahun sebelumnya, tetap akan menyelenggarakan Ujian Sekolah (US) dengan mengujikan tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika.

Hal ini disampaikan Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Disdikbud) Kota Pontianak, Paryono menangapi isu terkait rencana pemerintah untuk mengujikan delapan mata pelajaran pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) bagi jenjang SD sederajat.

"Aturan dari pusat terkait ujian nasional untuk SD belum ada, kalau yang SMP sudah ada," katanya saat dihubungi, Kamis (11/1).

Menurut Paryono, hingga kini dinas belum menerima Prosedur Operasional Standar (POS), pedoman dan ketentuan untuk sekolah dalam melaksanakan kegiatan ujian jenjang SD sederajat tahun pelajaran 2017-2018. 

Paryono mengungkapkan, sebelumnya memang ada wacana perubahan ketentuan ujian untuk jenjang SD. Namun sampai kini, belum ada informasi resmi terkait POS US SD/MI/SDLB 2018 dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wacana perubahan itu muncul dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Rencananya, akan mencakup semua mata pelajaran atau delapan mata pelajaran pada USBNuntuk jenjang SD. Akan tetapi setelah pembahasan secara internal dengan Kemendikbud dilakukan, usulan itu akhirnya batal.

"Memang ada wacana penambahan mata pelajaran, tapi itu sebatas berita di media, isu dari pusat seperti itu, tapi kemudian katanya tidak jadi," terang Paryono.

Dari informasi yang ada, selain hasil pembahasan internal, BSNP membatalkan rencana mengujikan delapan mata pelajaran juga karena mempertimbangkan kesiapan guru yang bertugas untuk menyusun 75 persen soal USBN. 

Kemampuan para guru dalam menyusun soal untuk lima mata pelajaran yang lain, yakni IPS, Agama, PKN, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, perlu persiapan matang.

Hasilnya, sama seperti tahun ajaran 2016-2017, pemerintah tetap menyelenggarakan US dengan mengujikan tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika pada tahun ajaran 2017-2018. Jika pun ada perubahan, Disdikbud tetap akan menunggu POS US SD/MI/SDLB 2018 dari pusat.

Dalam aturan resmi itu, nantinya terdapat prosedur yang secara resmi harus digunakan oleh sekolah. Tanpa adanya prosedur, pelaksanaan ujian tidak akan berjalan dengan lancar. Mulai dari pendataan peserta ujian sampai pelaporan ujian. Sementara soal jadwal ujian, diperkirakan pada bulan Mei 2018.

Sebagaimana diketahui, US tingkat SD merupakan kegiatan pengukuran dan penilaian kemampuan peserta didik selama mereka belajar di sekolah. Hal ini jadi perhatian khusus dari lembaga pendidikan karena berkaitan dengan melanjutkan ke jenjang tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). (bls/ind)

Komentar