Pontianak Banjir, Pegiat KSP: Pertahankan Fungsi Parit

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 416

Pontianak Banjir, Pegiat KSP: Pertahankan Fungsi Parit
LANCAR - Aliran air di sungai Putat, pukul 07.30 pagi, Minggu (14/1) lancar dan tak luber ke jalan. Sementara di sejumlah tempat lain, malah kebanjiran. (ist)
PONTIANAK, SP - Hujan tiga hari berturut-turut hingga Minggu (14/1) siang, buat Pontianak kebanjiran. Intensitas hujan yang tinggi dan sungai Kapuas yang penuh buat air tertahan di kawasan penduduk.

Ketua Kreasi Sungai Putat (KSP), Yudi mengungkapkan keberadaan parit kota harus dipertahankan. Koneksitas antara parit primer, tersier dan sekunder harus bagus. Namun memang katanya, kondisi saat ini, Pontianak diguyur hujan dalam beberapa hari.

"Parit tidak berdiri sendiri, cukup erat kaitannya dengan hutan rawa gambut di bagian hulu dan sungai Kapuas di hilirnya," katanya.

Selain itu, sejatinya, fungsi hutan rawa gambut secara alami berfungsi sebagai penampung cadangan air dan pengatur debit air di musim hujan dan kemarau. Dalam hal ini, dia meminta pemanfaatan lahan gambut harus hati-hati sehingga hutan rawa gambut tidak kehilangan fungsi.

"Kota Pontianak sebagian besar wilayahnya dilingkari kawasan lindung gambut. Hal ini tertuang di Perda RTWK 2013, salah satunya Pontianak Utara yang menjadi kawasan lindung gambut," jelasnya.

Menurutnya, parit yang baik akan bisa menampung air hujan dengan maksimal. Itu pun, jika hutan rawa gambut berfungsi dengan baik.

"Maka parit-parit Kota Pontianak tak boleh dikorbankan untuk kepentingan fasilitas publik lainnya. Misal parit dipersempit untuk pelebaran jalan," tegasnya. (bls)