KPAI Minta Anak Tidak Diekploitasi dalam Kegiatan Politik

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 127

KPAI Minta Anak Tidak Diekploitasi dalam Kegiatan Politik
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Komisi Perlindungan Anak Indoinesia (KPAI) Provinsi Kalbar, meminta kepada semua pihak untuk tidak mengekpoitasi anak-anak dalam kegiatan politik, hal ini disampaikan langsung oleh Komisioner KPAI Kalbar Alik Rosyad.

"Anak-anak jangan sampai diekploitasi dalam kegiatan politik, misalnya melibatkan anak-anak dalam kampanye politik, digerakkan dan dimobilisasi dari satu daerah ke daerah lain, melukis atau mengecat tubuh anak dengan simbol-simbol tertentu dan lain sebagainya," ujar Alik Rosyad di Pontianak, belum lama ini.

Ia menjelaskan, pada pemilukada lima tahun yang lalu  ada kesepakatan antara KPU, Bawaslu dan KPI mengenai koridor dan perlindungan terhadap anak untuk tidak diekploitasi ke dalam kegiatan politik, sedangkan pada pemilu kali ini kesepakatan itu belum ada.

"Nanti kita cek kembali, Kecendrungan anak-anak sering dilibatkan dan diekploitasi dalam kegiatan politik," ujarnya. 

Dikatakannya, banyak hal yang menyebabkan  anak-anak diekploitasi dalam kegiatan politik, seperti karena anak-anak lebih mudah untuk diiming-imingi, karena  ikut orang tua atau juga karena harus di bawa dan diajak oleh orang tua itu sendiri.

"Misalnya bapak dan ibunya ikut kampanye sedangkan anaknya tidak ada yang menjaga, terpaksa harus dibawa, padahal anak itu masih bayi, masih sekolah dan lain sebagainya," imbuhnya. 

Selain itu, mengploitasi anak kegiatan politik tentu juga sangat membahayakan dan mengancam keselamatan anak, karena kegiatan politik serin kali membahayakan seperti konvoi atau menaiki kendaraan bak terbuka. 

"Untuk mengantisipasinya, kami akan sosialisasikan ke berbagai media yang ada, dan kami akan coba untuk berkomunikasi kepada penyelanggara pemilu agar ada kesepahaman agar tidak terjadi seperti itu," pungkasnya. (jek/ind)

Komentar