Pemerintah Diminta Tata HET Beras

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 210

Pemerintah Diminta Tata HET Beras
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Dalam beberapa pekan terakhir, harga beras merangkak naik, beras yang mengalami kenaikan harga ini tidak hanya pada beras premium, tapi juga beras medium.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Hj Suma Jenny Heryanti mengaku heran, harga beras di Kalbar bisa naik dengan cepat dan tajam. Dia pun meminta adanya penataan dengan baik tentang tata kelola Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, sehingga tidak terus menerus menjadi keluhan masyarakat.

"Belum selesai Gas Elpiji naik, malah harga beras yang naik lagi. Saya berharap jangan sampai semua masyarakat menjerit gara-gara karena ini,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah soal tata kelola HET beras harus benar-benar ditata kembali, terutama terkait kebijakan penerapan harga.

"Pemerintah segera melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi masalah kenaikan harga beras, salah satu opsi adalah melakukan operasi pasar," harapnya. 

Akan tetapi, sambung dia, operasi pasar tanpa diiringi dengan langkah pendukung lainnya, maka operasi pasar tidak akan berjalan dengan efektif.

“Langkah pendukung itu seperti perbaiki data pangan yang selalu bermasalah, sehingga dapat membuat pemerintah mampu antisipasi gejolak harga beras. Dan perbaiki kebijakan pemerintah yang dapat memicu kenaikan harga dan gejolak stok beras nasional,” ujarnya. 

Politisi Golkar ini menambahkan, pemerintah perlu mengkaji ulang HET beras. Harus jelas patokan yang dijadikan dasar penentuan harga tersebut serta melibatkan para pengusaha di dalam menyusun kebijakan. 

"Karena kita juga kan gak mungkin ngasih harga yang rendah ke petani supaya bisa jual sesuai HET," pungkasnya. (jek/ind)