West Borneo Music Fest, dari Musisi Lokal Sampai Raja Panggung Nasional

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 292

West Borneo Music Fest, dari Musisi Lokal Sampai Raja Panggung Nasional
PONTIANAK, SP - West Borneo Music Fest, ajang musik pertama di Kalbar bakal digelar di Grand Mahkota Hotel, Sabtu (27/1). Konser ini sejatinya menghadirkan empat artis. The Groove, Stars and Rabbit, DJ Kartika Ayu, dan Hendri Lamiri. Namun, panitia menjanjikan sesuatu yang lain. Akan ada spesial guest dalam acara pertama di Pontianak itu.

"Ada spesial guest yang tidak bisa saya sebutkan. Pemain musik super stars. Dia mau datang sendiri, karena dia sering main di sini, biasanya dibawa rokok, ini dibawa promotor. Kalau dia main lebih dari 10 ribu orang yang nonton," jelas Leader Dari Mimpi Promotion Pontianak, Dance Frans, Jumat (26/1).

Bukan cuma itu, ramainya antusias masyarakat, juga buat panitia memberikan diskon harga tiket. Dari Rp200 ribu, jadi Rp150 ribu. Potongan harga itu sudah berlaku sejak Jumat dan bisa didapat di ticket box di Grand Mahkota Hotel.

Nyatanya, kehadiran promotor lokal ini bukan sekadar melihat sisi bisnis. Walau acara baru digelar petang, sejak pagi setidaknya ada 15 band asal sekolah se Pontianak, yang akan menunjukkan aksi panggung mereka. Panitia sengaja memberi ruang untuk bibit lokal berkembang. Merasakan langsung atmosfer dunia hiburan.

"Kita ingin mengapresiasi musik di Kalbar lebih dalam lagi. Karena banyak talenta di sini, kita mau lihat, walau dalam waktu sangat singkat. Kita berikan kesempatan ke mereka tampil di panggung," imbuhnya.

West Borneo Music Fest aslinya sudah direncanakan tahun lalu. Dimotori Raja Sapta Aji (RSA), promotor ingin membangunkan potensi industri musik Kalbar.

Dari Mimpi Promotion Pontianak ingin memberikan hiburan bagi masyarakat. Kolaborasi musik elektronik dan musik konvensional akan disajikan. Bahkan jika memungkinkan, turut digabung dengan alat musik budaya daerah.

"Besok pagi jam sepuluh sampai empat sore, pentas anak sekolah. Tidak dipungut apa pun, kita berikan apresiasi, bagaimana mereka diberi panggung. Siapa tahu ada anak ajaib, seperti Hendri Lamiri saat dulu. Dia sudah main di mana-mana, nanti dia kolaborasi dengan DJ dan grup lokal. Ini hal pertama juga buat dia," jelasnya.

Promotor berharap West Borneo Music Fest dapat menjadi agenda rutin tahunan. Tak hanya untuk level Indonesia, tapi juga dunia. Namun tentu dengan veneu yang lebih besar, yang bisa menampung ribuan orang.

Apalagi secara geografis, Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara tetangga. Jika jadi ajang musik besar, pariwisata dan ekonomi pun akan dapat imbasnya.

"Mungkin dari musik festival bisa mengundang investor untuk datang.

Musik bisa mempersatukan kita semua, tidak ada perbedaan dalam musik. Musik itu bahasa universal untuk perdamaian dunia," pungkasnya. (bls)