Pelaksanaan Coklit, Panwaslu: Petugas Harus Benar-benar Turun

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 228

Pelaksanaan Coklit, Panwaslu: Petugas Harus Benar-benar Turun
Anggota Panwaslu Kota Pontianak Divisi Penindakan Pelanggaran Sri Eka Kurnia Putra. (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Mulai dari 20 Januari lalu sampai dengan 18 Februari mendatang, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar penduduk potensial pemilih Pemilu (DP4) dalam Pilkada serentak 2018 ke setiap rumah warga.

Di Pontianak, pencoklitan oleh PPDP diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat.

Anggota Panwaslu Kota Pontianak Divisi Penindakan Pelanggaran Sri Eka Kurnia Putra, mengatakan pengawasan ini dilakukan karena memang menjadi tugas dan wewenang panitia pengawas.

"Panwas ini kan tugasnya kan setiap ada tahapan Pemilu baik itu Pilkada maupun Pemilu legislatif kemudian untuk pendaftaran partai politik, itu Panwas itu memiliki hak dan wewenang untuk mengawasi," ujarnya kepada Suara Pemred, belum lama ini.

Dalam melakukan pencoklitan di lapangan, PPDP bersama Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kelurahan/desa. Pada wewenang pengawasan, Panwaslu mengerahkan Panwascam dan Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL).

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan guna mengetahui sejauh mana kegiatan Coklit dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan PKPU Nomor 2 Tahun 2017.

"Potensi dugaan pelanggaran yang tidak kita inginkan, misalnya panitia PPDP tidak turun ke lapangan menemui paling tidak menemui kepala keluarga dalam satu keluarga itu. Untuk memastikan berapa jumlah pemilih dalam satu keluarga itu," katanya.

"Kita tidak mau PPS maupun PPDP itu melakukan sensus hanya menggunakan data sampling ataupun data-data yang lama. Petugas harus benar-benar turun," jelasnya.

Ia menuturkan, panitia pengawas akan melakukan pengawasan kepada PPS dan PPDP hingga akhir masa pencoklitan.

"Kita akan awasi hingga akhir masa Coklit. Sangat penting Coklit ini. Kita tidak mau warga yang sebenarnya punya hak pilih, tapi karena tidak dicoklit, lahirnya tidak mendapatkan haknya," pungkas dia. (umr)