Beri Pembekalan Finalis Puteri Indonesia Kalimantan, OSO: Kalian telah Mengangkat Harkat dan Martabat Provinsi

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 335

Beri Pembekalan Finalis Puteri Indonesia Kalimantan, OSO: Kalian telah Mengangkat Harkat dan Martabat Provinsi
OSO bersama sang istri, Serviati Oesman saat memberikan pembekalan kepada finalis Puteri Indonesia Kalimantan. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO) memberikan pembekalan pada 25 finalis Puteri Indonesia Kalimantan di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (3/2) pagi. Dalam materinya, dia salut dengan para finalis yang berani dan percaya diri.

"Sejak ini hari Anda sudah jadi Puteri Indonesia yang berasal dari Kalimantan. Puteri Indonesia nanti cuma satu, tapi Anda telah mengangkat harkat dan martabat provinsi Anda," katanya.

Didampingi sang istri, Serviati Oesman, OSO mengatakan soal kalah menang tak perlu dipikirkan. Dia pun berpesan bahwa cantik rupa bukan segalanya. Cantik yang sebenarnya adalah kepribadian dan kecerdasan.

"Cantik mempunyai harga diri, kepribadian, orang akan segan dan martabatnya tinggi sekali. Dia dekat tapi tidak bisa diapa-apakan, itu baru cantik," katanya.

Dia mengaku ikut perkembangan ajang tersebut. Pengetahuan finalis katanya bukan ada pada gaya lenggak-lenggok, tapi bagaimana dia tahu dan mengerti soal daerahnya sendiri, dan tentu keindonesiaan. Jika sudah begitu, apa pun pertanyaan, akan cepat dijawab.

"Puteri Indonesia harus lengkap, pengetahuan umumnya, karakternya. Harus sering senyum, karena bikin awet muda," katanya sambil tersenyum.

Dia pun sempat memberikan tips bagaimana jika nanti bicara pada orang. Ketua Umum Hanura ini mengungkapkan sebagai pembicara, harus bisa memperhatikan dan memahami cara bicara orang lain. Jika sudah, kita akan tahu harus bicara seperti apa.

"Jangan bicara menurut keinginan kita, tapi menurut pikiran orang lain. Sehingga ada komunikasi yang menyenangkan," ucap negosiator ulung ini.

Yang tidak kalah penting katanya adalah, untuk jadi seorang putri harus punya 5S. Pegangan hidup yang selalu dibawanya. Yakni strategi, struktur, skill, sistem, dan speed and target.

"Puteri Indonesia adalah corong dari setiap wilayah, sekarang mewakili provinsi, setelah itu seluruh provinsi di Indonesia. Jadi Anda perlu kecerdasan yang mampu membangun suatu sistem ke depan," katanya.

Tak lupa, dia mengingatkan soal empat pilar kebangsaan. UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan aspek penting pertahanan  diri bangsa. Apalagi saat ini, Indonesia sedang dalam incaran narkoba. Banyak kalangan artis, olahragawan, terutama pemuda yang terjerat.

"Ketahanan tadi bisa dengan empat pilar. Hanya itu pertahanan kita yang terakhir," pungkasnya. (bls)