Wilda Puteri Indonesia Kalbar, Korban Bully yang Ingin Balas dengan Prestasi 

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 745

Wilda Puteri Indonesia Kalbar, Korban Bully yang Ingin Balas dengan Prestasi 
Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO) bersama Puteri Indonesia Kalbar, Wilda. (SP/Indra)
PONTIANAK, SP - Wilda Octaviana Situngkir terpilih sebagai Puteri Indonesia Kalimantan Barat 2018. Gadis 19 tahun ini ternyata merupakan perempuan luar biasa yang memang punya semangat berkarya dan menginspirasi orang lain.

Dimas Eko, salah satu pelatih Wilda di Jepin Studio, tempat Wilda mendalami modeling sejak setahun terakhir, bercerita bagaimana mahasiswi Universitas Panca Bakti itu bisa jadi yang terbaik. Dimas menjelaskan untuk bisa ada di posisi sekarang, banyak rintangan dihadapi Wilda.

"Kita terharu, bangga, luar biasa, Wilda orang yang tulus dan pekerja keras sekali. Ini bukan akhir, ini awal karena dia akan berlaga lagi di nasional," katanya.

Persiapan Wilda mengikuti ajang ini kurang lebih hanya dua minggu sebelum karantina. Informasi pendaftaran yang terlambat mereka tahu, tak buat persiapan yang dilakukan sembarangan. Persiapan seperti diet ketat dan fitnes rutin dilakukan untuk menjaga bentuk badan perempuan yang kuliah jurusan Agribisnis itu.

Tak hanya soal fisik. Pembekalan seperti public speaking juga jadi porsi latihan tiap hari. Waktu yang mepet diupayakan dilakukan dengan persiapan matang. Sebisa mungkin seperti tujuan Wilda yang ingin menunjukkan siapa dirinya.

"Kita sebenarnya hanya ingin bikin dia menginspirasi orang, karena ketika datang ke saya, dia adalah korban bully, dan dia ingin buktikan bahwa balas bully dengan prestasi," kisah Dimas.

Dimas menjelaskan, dara kelahiran tahun 1995 itu adalah perempuan yang tulus dan pekerja keras. Sejak setahun terakhir bergabung di Jepin Studio, peningkatan yang ditunjukkan sangat luar biasa.

"Tujuan Wilda, dia ingin nunjukin mungkin dia selama ini dibully, bukan siapa-siapa, untuk bisa menginspirasi siapa pun bisa, asal dia punya  mimpi dan bekerja keras," imbuhnya.

Bully itu bukan baru dirasa Wilda. Kulitnya yang hitam dan tingginya yang di atas rata-rata, buat dia jadi bahan olokan temannya sejak SD. Malah saat kuliah, dia pun sempat dikucilkan. Namun dengan semangat, dia tetap ikut organisasi kampus, malah jadi ketua. Kuliahnya pun dibiayai beasiswa.

"Ketika dia memutuskan jadi model dan ikut fesyen, dia anaknya total dan kerja keras. Dan yang disalutkan dia tulus," katanya.

Dimas mewakili rekan selama pelatih Wilda, mengaku siap untuk menggembleng Putri Pariwisata Kubu Raya itu agar lebih mumpuni untuk tampil di ajang Putri Indonesia.

"Harapan kita masih sama, Wilda bisa membanggakan dan bisa merepresentasikan Kalbar karena selama ini Kalbar punya prestasi baik di Indonesia. Semoga dengan wilda bisa buat Kalbar kembali berjaya di Putri Indonesia," pungkasnya. (bls)