Seruan untuk Islam yang Damai

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 99

Seruan untuk Islam yang Damai
BACA DOA - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat mengikuti pembacaan doa usai membuka MTQ XXVII Kota Pontianak di Tugu Khatulistiwa, Senin (5/2) malam. (SP/Balasa)

Ayat Alquran Dilantunkan di Pusat Bumi


Sesuatu yang istimewa terjadi Senin (5/2) malam. Lantunan ayat suci Alquran menggema di pusat bumi. Berada di titik nol derajat lintang utara dan selatan, pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Kota Pontianak, dilangsungkan di area Tugu Khatulistiwa, Pontianak Utara.

SP - Tugu Khatulistiwa memang berdiri di atas pusat bumi. Kumandang ayat suci malam itu diharap Wali Kota Pontianak, Sutarmidji sebagai sebuah seruan untuk Islam yang damai. Utamanya di Kota Pontianak, dan bumi secara luas.

Dalam sambutannya, dia ingin momentum serupa terus dipertahankan. Tiap tahun setidaknya ada satu kegiatan MTQ yang dipusatkan di titik nol derajat tersebut.

"Kita bersyukur karena diberikan satu istimewaan yaitu kota yang letaknya betul-betul berada di tengah bumi. Di sini orang bisa meletakkan separuh badannya di utara dan selatan bumi, tidak ada di tempat lain," katanya.

Titik serupa di belahan dunia lain memang ada. Namun letaknya di tengah laut atau hutan rimba. Sementara Pontianak, di tengah kota.

"Mudah-mudahan dengan pembacaan Alquran di tengah pusaran bumi ini, umat Islam bersatu untuk semua. Islam harus mampu memberikan kedamaian, kita harus mampu meneladani ketika Rasulullah SAW memimpin satu negara untuk mengayomi semuanya yang ada di dalam satu negara itu," ungkapnya.

Islam katanya adalah agama yang sangat suka dengan kedamaian. Seluruh isi kitab suci agama Islam pun bicara soal memberikan kedamaian bagi seluruh umat di muka bumi, karena Islam itu rahmatan lil alamin.

"Semua yang punya handphone kadang tidak mengetahui segala sesuatu bertanya kepada Google. Google hanya bisa menjawab hal-hal yang sudah terjadi, tapi dia tidak akan menjawab yang belum terjadi. Alquran dengan penjelasan hadisnya, bisa menjawab apa yang akan terjadi ke depan," jelasnya.

Sutarmidji berujar, sudah banyak bukti. Hanya sayang, sebagai umat kita kurang mengkaji isi kandungan Alquran. Akibatnya, kadang apa yang dilakukan tak sesuai dengan apa yang ada di dalam Alquran. Tak jarang yang hanya membaca tapi tak mau memahami. Tidak mau mengkaji secara mendalam.

Malah kadang, yang justru mengimplementasikan ajaran dalam Alquran maupun hadis Rasulullah SAW adalah orang di luar Islam. Tentu hal ini sangat merugikan. Apalagi semua kehidupan dari awal sampai akhir dunia, telah tergambar di dalam Alquran dan hadis.

"Perbanyak literatur untuk itu, perbanyak membaca dan Insya Allah kita akan menemukan semua jawaban kehidupan kita," ucapnya.

Dia ingin ke depan, kategori yang dilombakan dalam MTQ ditambah. Walau tak ada cabangnya di tingkat nasional, perlu dipikirkan jenis lomba yang bisa menggali kandungan Alquran dengan maksimal. Hal ini penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (kristiawan balasa/ind)