Calon Kepala Daerah Patut Waspadai Hal-hal Ini, Kalau Tidak Bisa Didiskualifikasi

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 155

Calon Kepala Daerah Patut Waspadai Hal-hal Ini, Kalau Tidak Bisa Didiskualifikasi
Ilustrasi Pilkada. (net)
PONTIANAK, SP - Pada 27 Juni 2018, Kalimantan Barat akan menggelar pesta demokrasi baik itu Pemilihan Gubernur mau pun Pemilihan Bupati/Wali kota. 

Jika selama tahapan pemilihan umum ini terdapat pelanggran yang dilakukan oleh pasangan calon kepala daerah maka akan diberikan sanksi hingga diskualifikasi 

Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kalbar, Ruhermansyah mengatakan, pihak Bawaslu akan tetap mengawasi semua pasangan calon kepala daerah, jika ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon dapat dikenakan sanksi pidana, sanksi adminitrasi, dan dapat pula diberikan sanksi terberat berupa diskualifikasi sebagai pasangan calon.

"Hal-hal ini harus dihindari oleh pasangan calon, jangan sampai berakibat merugikan pasangan calon," ujar Ruhermansyah, Selasa (13/2).

Ia menuturkan, beberapa hal yang dapat mengakibatkan pasangan calon kepala daerah mendapatkan sanksi, pidana, administrasi, dan pembatalan sebagai pasangan calon di antaranya, jika terbukti pasangan calon melakukan menerima dana kampanye yang bersumber dari keuangan negara baik APBN maupun APBD.

"Selain itu menerima dana yang bersumber dari bantuan pihak asing, baik itu perseorangan asing maupun lembaga asing. Jika terbukti maka pasangan calon tersebut dapat didiskualifikasi," terangnya.

Tidak hanya itu, pada saat kampanye atau pada proses pemungutan dan perhitungan suara,  pasangan calon tidak diperkenankan memberikan imbalan berupa uang atau barang. Jika terbukti selain dikenakan sanksi administratif, juga dikenakan sanksi pidana bahkan diskualifikasi sebagai pasangan calon kepala daerah.

"Terkait dengan politik uang yang bersifat TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif), melalui mekanisme sidang, jika terbukti maka kami juga dapat memberikan keputusan berupa diskualifikasi atau pembatalan pasangan calon," pungkasnya. (jek)