Kerja Sama Gerakan Literasi di Pontianak, SMPN 3 Terbitkan Dua Antologi Puisi

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 514

Kerja Sama Gerakan Literasi di Pontianak, SMPN 3 Terbitkan Dua Antologi Puisi
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) 3 Pontianak menerbitkan dua buah antologi puisi berjudul “Goresan” dan “Mengenang Kenangan”, di halaman SMPN 3 Pontianak, Senin (12/2). Dua antologi tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pustaka Rumah Aloy, SMPN 3 Pontianak, dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBSI) FKIP Untan. 

SP - “Tim Pustaka Rumah Aloy memilih SMPN 3 Pontianak sebagai sekolah pertama. Alhamdulillah, sambutannya sangat luar biasa,” kata Dedy Ari Asfar, Direktur Lembaga Pelatihan Kepenulisan dan Penerbitan Pustaka Rumah Aloy. 

Menurut Dedy, timnya memang sejak dulu melakukan safari literasi. Timnya pernah ke daerah-daerah. Namun, untuk penerbitan karya safari baru pertama kali dilakukan di SMPN 3 Pontianak. Bagai pucuk dicinta ulam pun tiba, SMPN 3 Pontianak menerima dengan baik. 

“SMPN 3 Pontianak telah mampu melaksanakan program pendidikan karakter melalui menulis buku,” ungkap Dedy.

Menurutnya, dengan diterbitkannya buku ini, siswa telah mulai membudayakan budaya baru di Pontianak. Yakni, menulis buku. Budaya menulis erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Juga, sebagai hasil akhir dari gerakan membaca 15 menit sebelum belajar. 

“Kami sangat berterima kasih kepada SMPN 3 Pontianak. Terutama kepada kepala sekolah, dewan guru, dan siswa yang antusias menerima kami. Ini adalah prestasi luar biasa,” pungkas Dedy. 

Sementara itu, Subhan, kepala SMPN 3 Pontianak mengungkapkan, “Pagi hari ini adalah momen baik untuk kita. Tidak semua sekolah bisa melakukan hal seperti ini.” 

Menurut Subhan, program menulis SMPN 3 Pontianak, telah direncanakan tahun ini. Tawaran Pustaka Rumah Aloy untuk memfasilitasi kegiatan ini, ibarat gayung bersambut. Ia berterima kasih dan mengapresiasi langkah yang dilakukan Pustaka Rumah Aloy, sebagai lembaga yang ikut berupaya menyukseskan Gerakan Literasi Sekolah. 

“Kita masih punya mimpi menerbitkan buletin dan cerpen. Semoga Pustaka Rumah Aloy tidak bosan memfasilitasi,” kata Subhan.

Subhan menambahkan bahwa pada tahun ini juga, sekolahnya akan menerbitkan buletin sekolah. Buletin tersebut akan terbit per semester dan akan berlanjut dari tahun ke tahun. Melalui esktrakulikuler di sekolah, ia yakin bisa menerbitkan buletin dan cerpen nantinya. 

“Yang rajin baca kita apresiasi. Kita beri penghargaan. Kita juga sudah pilih duta literasi sekolah,” ucap Subhan. 

Subhan dan dewan guru SMPN 3 Pontianak tahun ini terus mendorong berkembangnya literasi di sekolahnya. Siswa yang rajin membaca telah diberi penghargaan. Mereka juga telah memilih duta literasi, sebagai kerja nyata menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah. 

Menurut Rudy Fitrianto, Pegawas Pembina SMPN 3 Pontianak,peluncuran ini adalah momen yang sangat baik dan patut diapresiasi. Semoga siswa-siswa lain bisa meresensi karya-karya ini. Yang sudah menulis, bisa mendorong teman-teman lainnya untuk menulis.  

“Semuanya ada potensi untuk menulis. Maka dari itu, menulislah untuk menularkan kebaikan,” ungkap Rudi.

Muhammad Hafiz Ramadhan, satu di antara siswa yang puisinya terbit, sebagai seorang siswa SMP, ia merasa bangga. Menurutnya, ada kesenangan tersendiri saat tulisan telah diterbitkan. Selama ini, baru dua puisi yang telah diterbitkan. 

“Ke depannya akan mencoba menulis cerita,” kata Hafiz.

Saat ditanya kegemarannya soal literasi baca tulis, Hafiz mengakui telah menulis beberapa cerita. Tentang bahan bacaan, telah banyak yang ia baca. Di antaranya, buku-buku novel, cerpen, dan beberapa buku penunjang lainnya. “Acara ini sangat bagus sekali. Ke depannya, bisa melaksanakan pelatihan untuk penulisan cerpen,” pungkasya.

Menurut Agus Wartiningsih, Ketua Prodi, PBSI FKIP Untan menyatakan, suksesnya penerbitan buku antologi ini, tidak lain adalah hasil dari kerjasama Pustaka Rumah Aloy, SMPN 3 Pontianak, dan Prodi PBSI FKIP Untan. 

Hal itu menunjukkan bukti bahwa, gerakan literasi yang selama ini digaungkan dapat terwujud. Mimpi Prodi FKIP Untan menggerakkan generasi muda untuk gemar membaca dan menulis, sekarang sudah mulai pelan-pelan terlaksana. Tentunya dengan gerakan-gerakan seperti ini. 

“Pontianak butuh pergerakan seperti ini. Meski dampaknya belum terasa saat sekarang, pelan-pelan anak akan terbiasa membaca dan menulis. Kedepannya, tumbuhlah generasi Kalimantan Barat yang gemar membaca dan menulus,” kata Agus, dosen pengampu mata kuliah menulis ini.

Agus menambahkan, saat ini, kampus FKIP, khususnya Prodi PBSI telah ia dorong untuk menulis. Pada mata kuliah tertentu, mahasiswa diwajibkan menulis dan menerbitkan buku. Tujuannya, tidak lain untuk membudayakan mahasiwa yang nantinya akan terjun menjadi guru, agar nanti saat mengajar bisa menularkan budaya literasi baca tulis, di tempat ia mengajar. 

“Sekarang tinggal melanjutkan. Perbaiki dan jadikan Kota Pontianak sebagai kota literasi,” harap Agus. 

Peluncuran antologi puisi karya siswa SMPN 3 Pontianak, merupakan hasil dari Safari Literasi Pustaka Rumah Aloy, bekerja sama dengan Prodi PBSI FKIP Untan. Acara tersebut dilaksanakan selama tiga minggu dengan tiga kali pertemuan. (agus wahyuni/lis)