Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA, Ini Isi Pernyataannya

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 247

Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA, Ini Isi Pernyataannya
Deklarasi tolak SARA dan Politik Uang, Rabu (14/2). (ist)
PONTIANAK, SP - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalbar, menggelar deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) untuk Pilkada Kalbar 2018 berintegritas di Hotel Orchardz, Pontianak, Rabu (14/2).

Dalam deklarasi yang dihadiri forkopimda, KPU Provinsi, pimpinan parpol, ormas, lembaga keagamaan, organisasi kemahasiswaan dan tentu saja paslon dalam Pilgub Kalbar 2018, ada lima pernyataan yang dideklarasikan.

Pertama, mengawal pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota tahun 2018, dari politik uang dan politisasi SARA karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Kedua, tidak menggunakan politik uang dan SARA sebagai cara mempengaruhi pilihan pemilih karena mencederai integritas penyelenggaraan Pilkada.

Ketiga, mengajak pemilih untuk menentukan pilihannya secara cendas berdasarkan visi, misi dan program kerja, bukan karena politik uang dan SARA.

Keempat, mendukung pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan politisasi SARA yang dilakukan oleh pengawas pemilu.

Dan yang terakhir, tidak akan melakukan intimidasi, ujaran kebencian, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran politik uang dan SARA.

Pernyataan tersebut dibacakan secara bersama sebagai bukti semua pihak berkomitmen menolak dan melawan politik uang dan politisasi SARA dalam Pilkada serentak.

Deklarasi diresikan oleh Kepala Kesbangpol Provinsi, Hatta, yang mewakili Pj Gubernur Kalbar, Dodi Riyatmadji. Kegiatan itu ditutup dengan cap tangan masing-masing yang hadir di spanduk yang dibentang di tempat deklarasi. (umr)