Bukan Komoditi Politik, Ketua DPW LDII Kalbar: Agama Harus Ditempatkan Jauh Lebih Tinggi

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 238

Bukan Komoditi Politik, Ketua DPW LDII Kalbar: Agama Harus Ditempatkan Jauh Lebih Tinggi
Ketua LDII Kalbar, Susanto. (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Pelaksanan pemilihan kepala daerah (Pilkada), kerap kali tidak terlepas dengan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Dalam soal keyakinan, seringkali agama 'dibawa' ke ranah kepentingan politik kelompok atau kandidat tertentu demi tujuan kekuasaan.

Secara tegas, Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar, Susanto, meminta semua kontestan maupun tim dan parpol pengusung dalam Pilkada serentak 2018 di Kalbar, untuk tidak menjadikan agama sebagai komoditi politik.


Karena menurutnya, apabila agama dijadikan media dalam berpolitik, maka dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang tidak baik.

"Agama harus ditempatkan jauh lebih tinggi. Jangan sampai agama dijadikan komoditi politik sehingga ini akan memicu terjadinya perselisihan, terjadinya konflik, itu kita tidak mau," ujarnya kepada awak media di Pontianak, Minggu (18/2).

Ia mengatakan, LDII bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar telah membangun komitmen bersama untuk menjaga kerukunan.

Dalam pesta demokrasi, politisasi SARA dan politik uang acapkali muncul. LDII mendukung penuh gerakan tolak dan lawan dua hal tersebut, sebagaimana yang telah dinyatakan penyelenggara Pemilu, Forkopimda dan pihak-pihak lainnya dalam komitmen bersama melalui wadah deklarasi.

"Gerakan-gerakan tolak politik uang, semua sebenarnya sudah menjadi keinginan bersama. Hanya saja kenapa ini dingatkan, agar tadi para kontestan on the track dalam pelaksanaan politik yang beretika," terangnya.

"Sikap kita lagi-lagi kami tegaskan bahwa LDII sangat berkomitmen untuk menjaga pelaksanaan Pilkada ini secara damai, jujur dan dan tidak ada politik uang," pungkasnya. (umr)