Kadishub: Taksi Online Harus Uji KIR

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 767

Kadishub: Taksi Online Harus Uji KIR
Kadishub Pontianak, Utin Srilena Candramidi. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Perhubungan Pontianak, Utin Srilena Candramidi, mengatakan, setelah revisi beberapa ayat dari aturan PM 108 2017 Kementerian Perhubungan RI selesai, maka ojek kendaraan roda empat berbasis online yang beroperasi di Pontianak harus melakukan uji KIR.

"Setelah beberapa ayat PM 108 2017 direvisi, maka uji KIR untuk kendaraan roda empat online akan segera kami lakukan," ucapnya Minggu (18/2).

Uji KIR sendiri dilakukan untuk mengetahui kondisi kendaraan yang digunakan untuk menarik penumpang. Bila hasil uji KIR menunjukkan kendaraan dianggap tak layak beropersional, maka kendaraan tak boleh beroperasi. Untuk mengetahui bahwa kendaraan itu layak jalan atau tidak, masyarakat bisa melihat stiker KIR di salah satu bagian kendaraan taksi online tersebut.

"Kalau ada stiker, artinya kendaraan itu sudah layak untuk beroperasi antar jemput penumpang," katanya.

Sebelum adanya aturan ini, pengawasan taksi online hanya dari pihak manajemen taksinya saja. Adanya uji KIR akan membuat pemerintah punya data jumlah taksi online yang beroperasi di Kota Pontianak. Dengan miliki data jumlah taksi online, pemantauan akan lebih nyaman dilakukan.

"Dalam aturan, taksi online juga tak boleh ngetem di zona merah. Maksud zona merah adalah wilayah yang jadi tempat ngetem taksi konvensional. Seperti hotel, mal dan halte, itu zona taksi konvensional," jelasnya.

Untuk memuluskan aturan ini, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil manajemen taksi online yang beroperasi di Pontianak. Pertemuan itu rencananya juga akan menghadirkan pihak kepolisian, dalam hal ini Polresta Pontianak. Dua masalah tadi, yakni KIR dan zona merah, akan dibahas bersama.

"Mereka harus paham dengan aturan ini. Jika sudah pahami aturan, saya rasa kejadian rebutan penumpang antara taksi online dan taksi konvensional tak kan terjadi," pungkasnya. (bls)