Pj Gubernur Ajak Paslon dan Parpol Jaga Stabilitas dalam Pilkada

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 297

Pj Gubernur Ajak Paslon dan Parpol Jaga Stabilitas dalam Pilkada
Pembacaan deklarasi kampanye damai oleh tiga paslon dalam Pilgub. (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Dalam rangka Pilkada serentak 2018 di Kalbar, KPU Provinsi Kalbar menggelar deklarasi kampanye damai di Jalan Jenderal Ahmad Yani, depan Mega Mall, Pontianak, Minggu (18/2) pagi.

Acara tersebut dihadiri Forkopimda tingkat provinsi, tiga paslon dalam Pilgub Kalbar, tim kampanye dan Bawaslu Kalbar serta komisioner KPU RI, Viryan.

Pj Gubernur Kalbar, Dodi Riyatmadji, mengapresiasi deklarasi tersebut. Menurut dia, pentingnya deklarasi ini mengingat Pilkada serentak tidak lama lagi dilaksanakan, 27 Juni nanti. Sehingga dengan upaya ini, Pilkada dapat berjalan dengan baik.

"Semoga dengan harapan dapat diselenggarakan dengan sukses, lebih demokratis dan lebih berkualitas," ujarnya kepada awak media usai deklarasi.

Ia mengungkapkan, guna pelaksanaan Pilkada berjalan dengan sukses, pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan.

Namun, kata dia, bagaimanapun baiknya suatu produk aturan yang dibuat, apabila tidak didukung dan dihiraukan oleh setiap pihak, maka peraturan itu akan sulit diimplementasikan.

"Apabila tidak didukung dan diindahkan oleh setial pihak yang terlibat di dalamnya, maka peraturan tersebut akan sulit diimplementasikan," terangnya.

Masa kampanye dalam Pilgub Kalbar telah ditetapkan oleh KPU mulai dari 15 Februari-23Juni. Dodi menuturkan, bahwa masa kampanye merupakan tahapan yang sangat rawan dari berbagai ancaman dan stabilitas.

"Karena kampanye terutama yang bersifat umum dan kampanye yang terbuka akan melibatkan massa dalam jumlah besar yang tentunya membawa risiko yang banyak," katanya.

Selain itu, sambung Dodi, setiap paslon ataupun parpol pendukung juga berpotensi memunculkan kerawanan. Sebab mereka akan senantiasa menggunakan dan memanfaatkan segala macam cara dan taktik untuk merebut simpati masyarakat.

"Guna memperoleh suara dalam pemungutan suara 27 Juni yang akan datang. Dengan jumlah peserta pemilihan kepala daerah yang sudah ditentukan oleh KPU Kalbar, tentunya tingkat kerawanan terhadap gangguan stabilitas akan cukup kelihatan," kata dia.

"Pada masa kampanye, masyarakat akan mengenal berbagai macam istilah dan tindakan yang menjurus ke arah ancaman instabilitas seperti politik uang, politisi busuk, serangan fajar, serta tindakan-tindakan yang dapat meresahkan masyarakat," jelasnya.

Ia berharap kepada berbagai pihak, hal tersebut harus diawasi. Kalau tidak, alan berdampak pada tercederainya pelaksanaan pesta demokrasi.

"Kita semua tentunya mempunyai harapan yang sama, yaitu agar pemilihan kepala daerah Kalimantan Barat ini dapat diselenggarakan dengan aman, damai dan sukses," pungkas Dodi. (umr)