Strategi Cagub Rebut Hati Pemilih, Blusukan ke Pasar dan Janji Tingkatkan Infrastruktur

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 229

Strategi Cagub Rebut Hati Pemilih, Blusukan ke Pasar dan Janji Tingkatkan Infrastruktur
PAWAI PILKADA - Tiga calon Gubernur Kalbar diarak menggunakan kendaraan bak terbuka saat pelaksanaan pawai kampanye Pilkada damai yang digelar Komisi Pemilihan umum (KPU) Kalbar, beberapa waktu lalu. Saat ini tiga Cagub tersebut telah melaksanakan kampan
PONTIANAK, SP - Tiga pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar 2018, Milton Crosby-Boyman Harun, Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot, dan Sutarmidji-Ria Norsan, masing-masing telah melakukan kegiatan kampanye di sejumlah daerah.

Tidak dipungkiri, kegiatan kampanye dialogis dalam bentuk tatap muka maupun pertemuan itu, muaranya untuk mengambil hati masyarakat untuk memilih mereka di 27 Juni mendatang.

Pada Rabu (21/2), calon gubernur (cagub) nomor urut 1, Milton Crosby, melakukan pertemuan dengan timnya yang melibatkan warga di Desa Menyabo, Batang Tarang, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau.

Milton mengatakan, pertemuan tersebut dalam rangka sosialisasi Pilgub, sekaligus mendengarkan apa yang ingin disampaikan warga.

"Antusias masyarakat sangat luar biasa dengan beberapa keluhan mereka," ujar Milton.

Warga Menyabo mengeluhkan kondisi infrastruktur, fasilitas pendidikan dan listrik di desa mereka yang tidak memadai. Milton menyatakan, akan menampung aspirasi tersebut.

"Itu akan kita tampung dan kita coba respon ketika pemilihan gubernur, dan ketika kita jadi gubernur, mereka menginginkan supaya komunikasi dengan mereka berjalan lancar," imbuh dia.

Sementara Cagub nomor urut 2, Karolin Margret Natasa, dalam beberapa hari juga melakukan safari politik di sejumlah daerah, antara lain Pontianak, Kubu Raya, Bengkayang, dan Landak.

Berkunjung di ke Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Senin (19/3), Karol berkomitmen kepada warga untuk memajukan desa-desa di Kalbar.

Ia mengatakan, sesuai dengan Nawacita Presiden Jokowi-Jusuf Kalla, di mana salah satunya adalah menjadikan daerah pinggiran sebagai pusat pembangunan, hal itu juga yang akan dilakukannya kelak jika dipercayakan masyarakat Kalbar memimpin provinsi itu.

"Jadi intinya, kita ingin menjadikan desa sebagai model dan pusat pembangunan, karena potensi desa yang demikian besar harus dimaksimalkan, untuk mendukung pembangunan di daerah perkotaan. Karena, jika desa bisa maju, maka kota juga akan maju dan secara otomatis, Indonesia juga bisa lebih baik," ujarnya saat berdialog dengan masyarakat di sana.

Blusukan ke Pasar Jati Ngabang, Landak, Rabu (21/2), Karol menyambangi sejumlah ruko milik warga Tionghoa yang masih dalam nuansa perayaan Imlek untuk mengucapkan selamat.

Sambutan hangat warga tampak jelas, di mana antara Karol dengan warga seakan tak ada sekat. Padahal, Karol merupakan Bupati Landak yang sedang cuti untuk mengikuti Pilgub.

"Saya sudah sering turun ke pasar Ngabang untuk sidak harga sembako. Jadi bukan hanya untuk kampanye. Tujuan kita memang untuk silaturahmi langsung dengan warga yang merayakan Imlek," terangnya.

Sementara, Cagub nomor urut 2, Sutarmidji bertandang ke Dusun Mekar, Desa Selat Remis, Desa Teluk Pakedai 2, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (20/1), guna menyampaikan program kepada masyarakat.

Di sana, warga menyampaikan keluhannya, dan berharap apabila Sutarmidji terpilih menjadi gubernur, infrastruktur seperti jalan poros dan jembatan bisa terealisasi dibangun.

Harapan warga itu direspon oleh Midji. Jika terpilih, ia akan mengkoordinasikan ke bupati setempat.

"Nantinya saya akan koordinasi dengan bupati terpilih untuk mewujudkan hal tersebut," ujarnya.

Sebelum menemui warga, Sutarmidji sempat meninjau pasar Teluk Remis dan berbincang dengan para pedagang kios, ikan, sayur, juga para pembeli. Dia sengaja melihat langsung keadaan pasar yang nantinya akan disesuaikan dengan program jika terpilih Gubernur Kalbar.

"Keluhan mereka nantinya akan menjadi bagian catatan jika saya terpilih jadi gubernur," pungkas dia. (umr/bls/jee)

Atur Zona Kampanye


Pada tahapan masa kampanye dalam Pilgub Kalbar 2018, yaitu 15 Februari-23 Juni, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalbar membagi tiga zona kampanye bagi tiga Paslon.

Komisioner KPU Provinsi Kalbar, Misrawi, mengatakan pembagian zona ini dikhususnya untuk kampanye rapat umum.

"Zona satu itu tempatnya di Kapuas Hulu, kemudian Sintang, Landak, Melawi, Sekadau, dan Sanggau," ujarnya, belum lama ini.

Untuk zona dua, di Pontianak, Kubu Raya, Sambas, Bengkayang, Singkawang, dan Mempawan. Sementara zona tiga, di Ketapang dan Kayong Utara.

Ia menjelaskan, pembagian zona ini bertujuan untuk mengantisipasi agar kampanye masing-masing paslon nantinya tidak dilaksanankan di satu lokasi dan hari yang sama.

"Makanya batasi, kita atur dengan zona. Nah dengan pembagian zona ini, tidak akan ada kegiatan kampanye rapat umum di lokasi dan tempat yang sama," terangnya.

Selain sudah menetapkan jadwal, KPU juga telah menyampaikan hal ini ke tiga Paslon.

"Tinggal tim pasangan calon untuk menentukan hari tanggalnya berapa, di zona berapa dan dipusatkan di mana. Itu menjadj kewenangan pasangan calon. Kita tidak mengatur jadwal kapan melakukan kampanye rapat umum. Artinya, kita membuatkan jadwal secara umum," kata Misrawi. (umr/jee)