Sering Lakalantas, Dishub Pontianak Razia 12 Kontainer Tanpa Perisai

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 272

Sering Lakalantas, Dishub Pontianak Razia 12 Kontainer Tanpa Perisai
Kadishub Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Lantaran sering terjadi kecelakaan hingga menyebabkan koban jiwa, Dinas Perhubungan Kota Pontianak dan kepolisian melakukan razia perisai kolong untuk kendaraan besar, Selasa (27/2) pagi di depan Taman Alun Kapuas. Hasilnya, 12 kendaraan besar ditilang.

"Aturan sudah kami terapkan. Tapi lakalantas menewaskan pengendara motor kembali terjadi. Kalau terus begini artinya kontainer tak layak masuk kota," tegas Kepala Dinas Perhubungan Pontianak, Utin Srilena Candramidi.

Belakangan, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar dan sepeda motor acap terjadi. Padahal, dalam aturan jelas disebut bahwa kendaraan jenis itu harus memakai perisai kolong. Fungsinya untuk meminimalisir tingkat kefatalan jika terjadi kecelakaan.

Razia yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari pengecekan perisai kolong pada kendaraan besar jenis kontainer. Dari razia tersebut, sejumlah kendaraan sudah memasang perisai kolong. Sementara yang tidak, langsung ditilang.

Aturan pemasangan perisai kolong jelas Utin, wajib bagi kendaraan besar yang ketinggiannya melebihi 90 cm dan lebar 1 meter dari titik sumbu. Acuannya ada dalam PP 55 tahun 2012. Lebih dalam dia menjelaskan perisai bisa meminimalisir terjadinya lindasan pengendara ketika terjadi kecelakaan. Fakta di lapangan, kebanyakan korban kecelakaan meninggal karena terlindas.

Sebelum menggelar razia, sejak 22 Februari 2018, Dinas Perhubungan telah menyampaikan kepada organisasi yang mewadahi truk kontainer soal kewajiban mereka itu. Semestinya sejak surat tersebut beredar, lembaga tersebut sudah memberi pemberitahuan pada seluruh perusahaan agar segera menindaklanjuti.

Selain soal perisai kolong, Utin juga minta para sopir kontainer berhati-hati ketika masuk jalan kota. Jangan ugal-ugalan dan berkendara sesuai aturan kecepatan juga sudah diatur. Yakni tak boleh lebih dari 20 km/jam.

"Bila tidak juga patuh, bisa saja aturan operasional truk tersebut dipindahkan pada jam 21.00-05.00 dini hari," pungkasnya. (bls)