Soal Pemindahan Kawasan Industri Pontianak Utara, Kepala Bappeda: Masih Dikaji

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 289

Soal Pemindahan Kawasan Industri Pontianak Utara, Kepala Bappeda: Masih Dikaji
Kepala Bappeda Kota Pontianak, Amirullah. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Pemindahan kawasan industri di Kecamatan Pontianak Utara (Pontura) masih terus dikaji Pemerintah Kota Pontianak.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak, Amirullah menjelaskan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah, Pontura memang dipusatkan sebagai kawasan agribisnis, industri dan pemukiman.

Rencana pemindahan pabrik dari kawasan itu memang sudah lama berembus. Wali kota bahkan sempat mengatakan akan memindahkan pabrik-pabrik yang ada. Tapi sampai kini, cerobong asap pabrik masih menjulang langit.

Jika melintas di jalan utama, bau karet akan menjumpai hidung. Bukan hal biasa bagi warga yang tinggal di luar kecamatan itu. Bukan hanya soal bau, karena jadi kawasan industri, kendaraan besar pun lalu lalang. Soal kendaraan besar ini, warga sempat protes dan meminta ada pengalihan jalurnya dari Jalan Khatulistiwa dan Jalan Gusti Situt Mahmud ke Jalan Budi Utomo dan Jalan 28 Oktober.

"Rencana pemindahan memang sudah lama dikarenakan ada dampak, jadi dipertimbangkan agar direlokasi tempatnya. Semua masih dalam evaluasi dan kajian, tapi ada satu (pabrik) yang sudah pindah," kata Amirullah, Selasa (27/2).

Dalam konsep pembangunan kewilayahan tiap daerah di Kota Pontianak punya ciri khas tersendiri. Untuk Pontura, alokasi kawasan agribisnis kurang lebih seluas 800 hektare. Area itu dipadukan dengan tata ruang wilayah, kawasan industri dan pemukiman.

Dalam rencana pembangunan 2019, nyatanya Pontura masih akan jadi kawasan industri. Amirullah menjelaskan sama seperti kecamatan lain, tiga bidang prioritas, yakni pendidikan, kesehatan dan infrastruktur masih akan jadi yang utama. Tapi tentu pembangunannya disesuaikan dengan peruntukan kawasan.

Dia menambahkan kendala pembangunan yang dihadapi di Pontura, secara umum sama dengan daerah lain. Yakni soal bagaimana menggali sumber-sumber pendapatan untuk pembangunan.

"Secara umum sudah terencana dengan baik, tinggal bagaimana potensi itu digali dan ditingkatkan," pungkasnya. (bls)