Besok, 28 Replika Naga Bakal ‘Meliuk’ di Pontianak, Ini Rutenya

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 415

Besok, 28 Replika Naga Bakal ‘Meliuk’ di Pontianak, Ini Rutenya
Rute arakan replika naga. (ist)
PONTIANAK, SP - Sedikitnya 28 ekor naga akan mengguncang Pontianak dalam Arakan Naga peringatan Cap Go Meh 2569. Naga-naga itu akan mulai pawai dari Jalan AR Hakim, samping Lapangan Keboen Sajoek (PSP), Jumat (2/3) mulai pukul 13.00 WIB.

Ketua Panitia Cap Go Meh 2569, Rico menyampaikan arakan liong itu akan melewati Jalan Pattimura, Jalan Gajahmada, Jalan Pahlawan, dan Jalan Tanjungpura dan finis di simpang Jalan Diponegoro dan Jalan Tanjungpura. Sebelum pukul 17.00 WIB, diperkirakan pawai selesai.

Arakan akan dilanjutkan pada malam harinya. Sekira pukul 19.30 WIB, akan ada pula Atraksi Naga dan Barongsai Bersinar serta Pawai Budaya Tiong Hoa menggunakan lampu hias. Arakan dimulai dari Jalan Juanda, menuju Jalan Pattimura dan akan berakhir di Jalan Gajahmada, tepat di depan Kantor Yayasan Bhakti Suci Pontianak.

"Kita batasi sampai depan tikungan depan Pizzahut,  sehingga tak mengganggu arus lalu lintas yang ada di perempatan pasar Flamboyan tersebut," katanya di Kantor Yayasan Bhakti Suci Pontianak, Kamis (1/3).

Dua naga terpanjang akan turut meramaikan. Naga itu sepanjang 118 meter yang berasal dari Kubu Raya dan Sungai Pinyuh.

Rico menjelaskan arakan naga merupakan puncak dari perayaan Imlek dan sengaja digelar di hari penutup. Ada kepercayaan masyarakat Tionghoa, naga sebagai tolak bala. Misalnya di jalan yang dilalui arakan naga sering terjadi kecelakaan, diharap setelah dilewati naga, kejadian serupa tak akan terulang.

"Kenapa bisa seperti itu, karena naga itu diadakan ritual buka mata. Diundang ruh naganya masuk ke replika naga, setelah replikanya dimasuki ruh, maka diaraklah di jalan untuk tolak bala," ucapnya.

Maka setelah diarak, pada Sabtu (3/3) naga-naga akan mengikuti ritual Tutup Mata di Jalan Diponegoro. Kemudian disusul dengan Ritual Pembakaran Naga di TPU Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya.

"Setelah selesai harus dibakar, tak boleh disimpan, karena kita pinjam sama Raja Langit maka harus dipulangkan dengan cara dibakar," pungkasnya. (bls)