MUI Kalbar Tegaskan Menyebar Hoaks di Medsos Hukumnya Haram

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 271

MUI Kalbar Tegaskan Menyebar Hoaks di Medsos Hukumnya Haram
Ketua MUI Kalbar, HM Basri Har. (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalbar, HM Basri Har, menegaskan menyebarkan berita atau informasi hoaks dalam bermedia sosial hukumnya haram.

“Itu dihukumkan haram. Itukan berita bohong. Jadi makanya ada etika dalam bermualah dalam bermedia sosial,” ujarnya kepada Suara Pemred di Pontianak, belum lama ini.

Haram menyebarkan berita hoaks dalam masalah apapun termasuk terkait Pilkada,  kata Basri, berdasarkan fatwa MUI.

“Fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang pedoman bermuamalah melalui media sosial,” sebutnya.

Ia menjelaskan, etika bermualah dalam bermedia sosial yakni dalam rangka meningkatkan kualitas iman dan takwa. Kedua, mempererat ukhuwah atau persaudaraan.

“Dan yang ketiga, memperkokoh kerukunan. Itu yang harus dijaga. Maka karena itu, dalam fatwa itu dijelaskan bahwa haram melakukan kebohongan melalui berita bohong, kemudian hasut, adu domba melalui  media sosial,” terangnya.

MUI Kalbar mengimbau kepada segenap masyarakat khususnya umat muslim, dalam mengikuti Pilkada untuk tetap menjaga kerukunan.

“Jangan sampai dengan Pilkada ini kita terpecah,” ucapnya. (umr)